swiss van java, kota dodol yang sedang berbenah

garut1

bagi jakartans tampaknya bandung tak lagi menjadi tujuan utama untuk berakhir pekan. satu alasan: macet. kota sekitar jakarta yang akan menjadi next destination adala cirebon karena adanya tol cipali. garut yang mulai membranding diri dengan swiss van jaya juga mulai dilirik.

setidaknya oleh saya dan temans yang berencana merayakan 17-an di kota yang populer dengan atraksi adu domba dan dodolnya ini, di kota ini sebenarnya menyimpan potensi wisata yang belum digarap maksimal. beberapa tempat seperti pantai santolo, candi cangkuang, situ begendhit dan 23 tempat lainnya ada di sini.

( curug Cimandi racun, telaga bodas, makam keramat godog, curug citiis, cipanas, garut, kawah darajat, curug cihanyawar,gunung papandayan, curug orok, curug sang hyang taraje, curug neglasari, kampung dukuh, pantai rancabuaya, pantai cijayana, panyai manalusu, pantai sayang heulang, pantai karang pantai parenje, pantai cijeruk indah, pantai leuweung sancang)

namun untuk mencapai garut, rute jalan dari jakarta sudah macet, bahkan sampai nagrek, cicalengka, rancaekek. kemungkinan besar karena long weekend. tapi tidak yakin juga apakah pada hari-hari biasa akan lancar jaya, mengingat di sepanjang jalan yang macet, telah siaga para pedagang mengasongkan jualannya: minuman, tahu sumedang.garut2

karena kemacetan yang tak terduga ini, tujuan pantai santolo terpaksa tertunda. rencana berikutnya ke air panas puncak pass. untuk menuju ke tempat ini tentu saja juga macet, selain karena jalan yang sempit, juga banyaknya kendaraan yang akan menuju ke pemandian air panas ini.

karena berharap akhirnya ya tentu saja kecewa. di puncak air panas darajat ini sebenarnya kita bisa melihat pemandangan dari ketinggian seperti di dieng, tebing keraton atau kopeng. selebihnya tentu saja berendam di kolam air panas beramai-ramai. kolam renang bak hidangan es dan orang-orang yang berenang adalah cendolnya.

garut4

tempat ini sebenarnya sangat populer dan banyak pengunjung namun pengelola masih kurang maksimal, terutama tempat makan yang seadanya: pop mie, baso, kopi sachet dan pedagang kaki lima yang menjual jagung rebus, sosis bakar, akik dan cindera mata biasa.

malam turun dan kami belum tahu mau menginap kemana. dugaan tentang garut, kota kecil produsen jaket kulit ini ternyata banyak turis lokalnya juga. semua hotel dari yang kelas a sampai hotel “krusek” pun penuh. celakanya masyarakat kurang inisiatif menyediakan rumah-rumah pribadinya untuk disewakan.

tampaknya kota ini memang kekurangan hotel di semua kelas. pukul 00:00 setelah menemukan “wisma” ternyata masih bertemu dengan orang yang juga sedang kebingunan mencari hotel. entah akhirnya mereka menginap di mana.garut3

untuk lebih mengenal garut tampaknya harus ke sana lagi, tentu saja pada hari-hari biasa, bukan weekend seperti kemarin.

 

 

 

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*