6 cara menuju ke tempat kerja

17042015-relpindah ke tempat baru, teman baru, tempat makan baru, rute baru. dari pondok pinang menuju ke tempat kerja yang ada di senayan ada banyak pilihan rute dan pilihan transportasi. (1) kalau pengen hemat, bisa naik metromini dengan ongkos 4000 rupiah. (2) naik bus patas, bayar 9000. (3) naik bus trans bintaro harus mengeluarkan 14,000. (4) kalau pengen naik taksi perlu ongkos 50an ribu. (5) dan jika ingin lebih cepat sampai bisa naik ojek. (6) pengen gratis, bisa numpang ke teman yang kebetulan lewat di depan rumah.

asyik, selalu ada pilihan bebas, tergantung mood, situasi, kondisi dan tanggal-tanggal yang tertera di kalender. sebelum mengambil keputusan, tentu ada kompromi-kompromi dalam diri

dari beragam pilihan tersebut, tak ada satu pun yang bisa diklaim, mana yang benar mana yang salah dalam memilih moda transportasi terbaik. semua tergantung kondisi disertai konsekuensinya masing-masing. meski ada perbedaan pendapat, paling hanya sebatas perdebatan biasa yang tak berefek panjang. apalagi sampai saling membunuh.

tapi sayang, untuk topik-topik lain, orang kurang bisa memahami, menerima dan menghormati perbedaan se”ngga apa-apa” topik di atas. terutama kalau sudah menyangkut pada tokoh idola, pilihan politik atau bahkan keyakinan.

silakan saja mengklaim idolanya yang paling keren, keyakinannya yang paling bener, paling keren dan paling sepaling-palingnya, asal  kemudian tidak menyalah-nyalahkan keyakinan orang lain dengan penuh kekesalan dan kesuudzonan.

ego dan subyektifitas memang tak mungkin diukur dengan satuan tertentu. sehingga range atau rentang jaraknya sangat sangat jauh, tak berbatas.  karena pengalaman masa lalu, pencarian dan eksplorasi yang dilakukan tiap individu berbeda, tentu outputnya pun juga berbeda.

yang diperlukan tentu hanyalah saling bisa menerima perbedaan secara terbuka dan dewasa. lagi, definisi dewasa juga relatif dan sangat subjektif. tak ada ukuran mutlaknya. tua belum tentu dewasa, punya anak banyak juga bukan indikator kedewasaan mental seseorang. punya jabatan tinggi tampaknya malah kebalikannya makin menjadi bayi, kalau tidak hati-hati.

jadi gimana tuh, susah banget menerima perbedaan. padahal kita dari lahir sudah diciptakan berbeda. berbeda wajahnya dengan ibu dan ayah, orang terdekat dengan kita. berbeda dengan pohon, kambing, meja, langit, air, batu dan nasi. secara tak sadar, kita belajar perbedaan dari bayi, sampai hari ini.

jadi kenapa masih ada orang-orang yang tak bisa menerima perbedaan?

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*