tendangan dari langit: tetap semangat dalam keterbasan

dimana ada kemauan, disitu ada jalan. pepatah klise nan melegenda ini memang masih cukup ampuh dan relevan sampai saat ini. utamanya untuk orang-orang yang memerlukan semangat lebih untuk mencapai apa yang menjadi cita-citanya. apapun kemasannya produk yang bisa memotivasi orang agar lebih bersemangat tetap diminati.

termasuk film. sebelum film tendangan dari langit (tdl) ini, beberapa film yang temanya mirip misalnya king atau laskar pelangi. film-film itu menceritakan tokohnya yang dalam keadaan terbatas, namun dengan semangat juang yang tinggi, apa yang mereka impikan bisa teraih.

dalam film tendangan dari langit ini, ceritanya lebih spesifik tentang cita-cita anak kampung langitan yang ingin menjadi pesepakbola nasional. wahyu (yosie kristanto) nak langitan, kampung yang berada di kawasan gunung bromo ini punya bakat besar dalam bermain bola. masalahnya yang dihadapinya super klasik khas indonesia tak ada fasilitas.

selain itu tantangan yang lebih berat datang dari keluarganya sendiri. ayahnya darto (sudjiwo tejo) melarang keras wahyu menjadi pemain bola. hal ini disebabkan adanya trauma masa lalunya yang mengecewakan. wahyu kini hanya menjadi pemain bola sewaan antar kampung. pak leknya hasan (agus kuncoro adi) yang selalu mencarikan order. konflik memuncak ketika wahyu yang naksir perempuan teman smu-nya marah dan memutuskan tak mau menemuinya lagi.

film terbaru hanung bramantyo ini sangat pas untuk mengisi libur panjang lebaran tahun ini. film untuk segala umur ini juga menampilkan suasana gunung bromo yang indah, hamparan lautan pasir yang berkabut dan kebiasaan masyarakatnya.

namun film ini dibuka dengan adegan yang tak cukup menjanjikan: coach timo sedang menonton acara sepakbola piala tiger. andai adegan ini tidak ada pun tidak apa-apa atau mungkin malah lebih bagus. 🙂 selain itu dengan setting di jawa timur, nyaris tokoh darto bercakap-cakap secara jawa tengah. apalagi ditambah ketika ia bersenandung tembang macapat “ojo turu sore kaki”.

di film ini sujiwo tejo seperti memerankan dirinya sendiri: selalu mengkritisi pemerintahan yang korup dan maling. juga pemakaian kosa kata yang menjadi ciri khasnya di twitter: jancuk dan asyu.

film yang skenarionya ditulis oleh fajar nugros ini akan tayang serentak di bioskop 25 agustus. pasti menyenangkan menonton film ini bersama seluruh keluarga, juga teman-teman. apalagi ada irfan bachdim dan kim kurniawan yang menjadi cameo.

foto www.detikhot.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*