investasi tanpa risiko

sudah ketiga kali saya datang ke sebuah pelatihan perencana keuangan. maksudnya sih pengen mengetahui bagaimana cara berinvestasi. sehingga apa yang saya rencanakan bisa tercapai tepat waktu. kapan menikah, punya rumah, mobil, anak dan biaya sekolahnya, liburan dan puncaknya bebas financial.

di tiap kelas yang aku ikuti, jumlah peserta selalu lebih dari kapasitas ruangan. hebatnya mereka mayoritas masih single. namun mereka sudah mulai berinvestasi sejak dini. mereka sudah agak cukup paham bagaimana memperlakukan penghasilannya. mereka cukup fasih memilih beberapa macam model investasi. untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

misalnya untuk investasi jangka pendek (1-3) yang disarankan adalah: reksa dana pasar uang dan obligasi. jangka menengah (3-5th):SUN, emas, RDPT, reksadana campuran. sementara untuk panjang (lbh dr 5 th): pasar saham, reksadana saham, properti & benda antik:lukisan berlian.

saya tahu mereka sudah berinvestasi dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan ke pemateri. rupanya semua orang ingin hidupnya smooth sesuai dengan apa yang diinginkan. terutama dalam keuangan. sehingga dari sekarang harus mempersiapkan dengan baik.

karena inflasi setiap tahun terus meningkat. inflasi di indonesia rata-rata 6,5 persen versi pemerintah. padahal fakta sebenarnya adalah 13 %. inflasi bidang pendidikan lebih besar lagi, 20 persen per tahun.

mereka berharap dengan berinvestasi sejak dini, uang mereka tak akan pernah jatuh nilainya. bahkan diharapkan akan terus bertambah. sehingga diperlukan cara-cara khusus untuk menyiasati hal tersebut. high risk high return kata prinsip investasi. nah dengan memahami bagaimana cara berinvestasi, kerugian bisa diminimalisir.

tetap saja, saya yang agak paranoid dengan angka-angka (kecuali jumlah transferan yang masuk rekening) tidak paham. apa yang disampaikan di kelas malam itu membuat hidup terasa lebih berat. kepala saya yang mungkin dengan otak kecilnya tak mampu menampung informasi yang rumit itu. hidup yang sangat matematis.

agar lebih fresh saya bertanya di twitter, sebenarnya ada ga si investasi yang tidak ada risikonya? bermunculanlah jawaban di garis waktu. kebanyakan menyarankan untuk berinvestasi di bidang properti. yang lain menjawab lebih spiritual: investasi di akhirat, sedekah dan semacamnya.

namun ada satu yang mendebatnya, investasi untuk akhirat pun tetap beresiko, bagaimana jika nanti akhirat itu tidak ada?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*