mengalay di sarang hipster

alay dan hipster, dua istilah ini pada dasarnya maknanya mirip. perbedaan alay dan hipster hanyalah pada masalah akses informasi. hispter dengan bajet “tak terbatas” mereka bisa mengakses informasi apa saja lebih cepat. para hipster ini gaya hidupnya selalu hip dan’terdepan”. mereka ingin selalu menjadi trendsetter, namun emoh diikuti yang lain.

sebenarnya semangat awal hipster ingin mengimplementasikan fashion yang ada di runway bisa dipakai dalam keseharian. para hispter ini lalu mengubah desain yang “sempurna” ini menjadi tidak sempurna. fashion mereka “customize”, unpredictable namun konsisten. misalnya mereka hanya mau memakai kemeja kotak-kotak hitam putih dengan celana hitam.

mereka selalu “menyertakan” sesuatu agar penampilannya “tidak sempurna”. karena menurut mereka, untuk menjadi paling terdepan, tampil sempurna tidak cukup, harus ada ironi. sehingga penampilan mereka tidak bisa diprediksi. selain fashion mereka juga mempunyaai style rambut dan model kumis/cambang yang khusus. ironisnya kalau “usaha” ini gagal, jatuhnya juga akan menjadi alay.

tidak hanya di fashioannya saja yang ekslusif. mereka juga mempunyai selera musik, film dan apapun yang “tidak pasaran”. mereka menolak apapun yang main stream. para hipster biasanya bekerja di bidang creative. sehingga nyaris tak ada hipster yang jadi pns, kecuali di departemen luar negeri.

alay. alay istilah ini baru muncul beberapa waktu lalu. istilah ini untuk mewakili para remaja yang mempunyai style, perilaku dan gaya berpakaian unik dari kasta menengah ke bawah.biasanya mereka ingin tampil sempurna seperti artis atau idola mereka. namun karena terhalang bajet, mereka terpaksa membeli baju-baju bajakan dari brand terkenal.

mereka biasanya menyukai band-band semacam xangxx band, xmxsx atau sxx2 yang sering muncul di program televisi xxx. amati mereka ketika in action di tv, mereka hafal luar kepalaa lirik-liriknya, gerakan mereka pun kompak. (karena mereka telah melakukan gladi bersih sebelum mereka tampil live). jumlah mereka sangatlah besar. sehingga industri musik pun menyerah pada alay. buktinya ada mtv alay.

namun banyak juga loh dari kalangan hipster yang pergi ke tempat karaoke ramai-ramai menyanyikan lagu-lagu “alay”. namun mereka menyanyi tidak setulus hati, namun sekedar untuk meledek dan mennyinyiri.

lalu siapakah yang berhak melabeli mereka itu alay atau hipster? seorang hipster dan alay tak menyadari dirinya dengan cap itu, kadang mereka juga menolak dikategorikan dalam istilah itu. jadi mana yang lebih keren? tidak ada. yang keren adalah mereka yang nyaman berada di wilayahnya sendiri tanpa tujuan untuk lebih ekslusif atau mengejar eksis dengan mengekor pada idolanya.

jumat malam minggu ketiga kemarin, @kopdarbudaya mengadakan orasi budayanya yang kedua. temanya serius: politik eksistensi: hipster vs alay, siapa penentu keren? bertempat di goods cafe, goods dept plasa indonesia orasi budaya ( ada yang memplesetkan onani budaya, ada yang mengubahnya menjadi ngecap budaya) @nininditya sebagai pemateri men-share semua hal yang berkaitan dengan bagaimana cara seseorang agar bisa lebih eksis.

@kopdarbudaya adalah kelompok diskusi yang mengusung tema-tema “alternatif. diadakan sebulan sekali tiap jumat malam di tempat-tempat yang hip. para pembicaranya pun tak kalah inspiratif. semua boleh datang, tapi @kopdarbudaya bukanlah tempat cari jodoh terselubung loh.

*foto oleh @haypeps

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*