apakah kau generasi fb?

sekian ratus hari berjelah di facebook, banyak temuan mendebarkan. disetrap admin karena dianggap menjengkelkan user lain sampai tersambungnya perkawanan yang 20 tahun terlupakan. yang paling dahsyat, aku jadi tahu apa yang dipikirkan selingkuhanku.

generasi z di era fb berjingkrakan menikmatinya. revolusi budaya paling brutal yang pernah ada setelah dilegalkannya pernikahan homoseksual. beberapa orang gagapnya kelewatan menyambutnya. perubahan persepsinya kalah mengejar perkembangan teknologi yang sangat cepat. mereka itu adalah generasi pra facebook.

mereka adalah orang yang minimal sekali atau duka kali terdeteksi melakukan tindakan berikut ini:

  • menolak atau mengabaikan ajakan pertemanan. rata-rata request yang numpuk berjumlah ratusan, bahkan ribuan. kebanyakan alasan yang dikemukakan agak tak rasional, tak kenal. (lho kalau sudah kenal akrab tak perlu berkawan di fb kan?).
  • masih memuja privasi, beberapa aktivitasnya tak ingin diketahui orang lain. mereka mensetting privacyny agar hanya bisa dilihat sendiri. padahal fb sangat mendukung keterbukaan. nyaris tak ada tempat untuk sembunyi. ini “menguntungkan” karena memacu orang untuk terus berbuat baik.
  • buruk foto, tag di remove. jaman kalabendu sudah lewat dua ratu tahun lalu. abad digital ini memungkinkan setiap personal adalah bintang. dan tak bisa menghindar dai tangkapan kamera. kita adalah pembuat sekaligus pembaca berita. sehingga foto kita bisa saja dipajang tanpa ijin.
  • orang-orang yang masih terbelenggu pasa masa lalu, sangat terganggu menerima tag note. dan mengingatkan untuk tidak mentag lagi pada note yang akan datang.
  • marah, uring-uringan dan akhirnya mendelet dari list teman ketika mendapati komentar yang tak diharapkan di notenya. alasannya mengganggu karena komentarnya tidak serius, celamitan aja. hanya saja diam-diam menyesal dan meng”add” temannya lagi.
  • menyembuyikan atau tak memasang foto di profile.
  • tidak mau membaca note-note yang memakai kata-kata “baru, aneh” dan kadang-kadang plesetan : gw, aq, dya, g atau rebek, duyu. kepala langsung pusing membaca susunan huruf-huruf besar dan huruf kecil yang warna-warni.
  • dalam berkomunikasi mereka masih menghamba pada hierarki, kepangkatan dan senioritas. lalu mereka berkirim email dan membatalkan perkenalan karena usia yang terpaut jauh.

adakah yang mau menambahkan?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*