hari pertama sebagai cpns

kaktus gurun (nama palsu), salah seorang yang beruntung diterima sebagai pns di departemen. selama sepuluh hari ia mengikuti orientasi dan pengenalan instansi tersebut. dari sekian banyak materi, yang paling ia ingat cuma satu. “bersiap-siaplah menjadi wisatawan”.

ia menceritakan pengalamannya dengan selingan tawa yang terbahak. ini adalah minggu ketiga ia menjalani rutinitas baru yang drastis berubahnya. sengaja ia menceritakan pengalamannya khusus ke saya saja.

pagi pukul 05.15, ia mengejar krl agar sampai di kantor barunya tak telat. beruntung 15 menit sebelum apel pagi ia telah memasuki ruangan. namun ia menemukan kesenyapan. mayoritas karyawan belum ada yang datang, termasuk dua orang seangkatannya.

apel pagi yang seharusnya dihadiri 48 orang itu, hanya setengahnya. di divisinya, hanya dia sendiri yang hadir. rutinitas pagi itu berlangsung lima menit. berkumpul, masing-masing divisi (dia menyebut dengan komponen) melaporkan kehadiran karyawan. lalu ditutup dengan doa.

surprise pertama, dia memperoleh reward seporsi makan pagi. ia baru tahu, untuk meningkatkan disiplin pak kepala bagian merangsang anak buahnya dengan mentraktirnya makan pagi. lumayan meski hanya semangkok bubur ayam.

di ruangan itu, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. karena memang belum pernah ada brief apa saja job desknya. menuju ke mejanya, ia menatapi monitor yang kosong. mau minum kopi atau membaca koran ia enggan. berdiskusilah ia dengan teman senasib.

pak kepala bagian rupanya memperhatikan kegundahan keduanya. ia menenangkannya dengan mengatakan, dirinya juga mengalami hal serupa. persis dengan apa yang dialaminya dulu. baru sekian detik, omongan bosnya menjadi kenyataan. kaktus gurun memperoleh tugas pertamanya. ia yang sebelumnya programer di sebuah pabrik kini berubah menjadi tukang ketik.

tugas pertamanya adalah mengetik surat. bukan mengetik seluruhnya. namun hanya merevisi beberapa kalimat saja. selebihnya tak ada kerjaan sama sekali sampai makan siang tiba. semua karyawan boleh memesan ke support ( di kantor swata disebut opisboi). kaktus tak perlu mengeluarkan uang. sudah di bayar oleh bendahara.

cupunya kaktus gurun. ia mempertanyakan darimana uang itu ke ibu-ibu yang seruang dengannya. karena uang makan sudah dimasukkan ke dalam komponen gajinya. “sudah ada pos-posnya mas,” jawabnya. ia malah menceritakan dirinya yang baru saja memperoleh uang seratus ribu dari orang yang meminta surat.

pembicaraan itu terhenti. seseorang datang berseragam sama. namun kemejanya melambai kemana-mana. tanpa dilengkapi, pin dan perangkat lainnya. ia melenggang memasuki ruangan menuju ke meja absen. menerakan tanda tangan dan pergi lagi. dari bisikan ibu itu, kaktus gurun tahu laki-laki kemaki itu adalah salah satu kerabat pejabat di departemen ini.

bahkan dikalangan intern, ada semacam joke, mereka saling menduga si H berkerabat dengan karyawan pak T hanya karena kemiripan wajahnya.

eneg ya mendengar cerita ini, tebak-tebakan aja yuk. hadiah lucu-lucuannya sebuah novel keren tulisan pramudya ananta toer: anak semua bangsa (masih tersegel plastik). pertanyaanya, kaktus gurun bekerja di departemen apa?

(* [yang menjawab benar dengan cepat adalah yosephs (38). buku segera dikirimkan]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*