fans laskar pelangi, militan!

lp.jpg

fans novel laskar pelangi tak kalah militannya dengan laskar jihad yang siap diberangkatkan ke afganistan. begitu pemutaran perdana tanggal 25 september dia bergegas ke gedung film. sampai di sana, kepagian, poster filmnya sedang dipasang. ia langsung ke kantor.

sekira jam 12, ia menceritakan kecewanya yang belum menjadi anggota 21 /XXI yang bisa memesan tiket kapan saja. via ym, mumu temannya itu tak tak mengekspresikan kekagetannya. sebegitu hebohkah film yang disutradarai riri riza itu. karena ia baru saja membaca blognya the japra yang melaporkan live report nonton perdana laskar pelangi di pim.

pada blognya ia menceritakan ke mumu kehabisan tiket untuk jam 12. terpaksa ia mengambil jam putar berikutnya 14 30. tampaknya film yang memakai judul sama dengan novelnya itu sanggup membius pembacanya untuk bergegas ke ke bioskop.

seperti teman saya yang mengaku sudah membaca novel tulisan andrea hirata yang karyawan telkom bandung itu. ia rela mengundurkan hari pulang kampungnya yang ke pesisir jawa selatan (lebih mendekati darwin).

kemilitan temanku itu tak sendirian. gembul, teman sediskusi mumu dibawah pohon beringin blok m malah membuat atraksi gila-gilaan. ia dengan bangga mengabarkan telah memborong tiket laskar pelangi untuk jam 19 di blitz pacific palace sebanyak 600 ribu.

ia akan mengajak teman komunitasnya nonton bareng. aku mencoba seaching laskar pelangi the movie dan menemukan blog indah perca yang telah mereviewnya. bahkan dari komentar yang diterakan di blognya ia telah nonton dua kali.

penasaran, aku langsung ke 21 blok m. dan telat malam itu (25/09/2008) semua kursi telah terisi untuk jam putar manapun. aku pulang dan kembali keesokan harinya. kini tak hanya satu teater yang memutar laskar pelangi, namun dua.

sampai di lantai 6 blok m plasa, deretan antrian yang 3 jalur itu sudah mencapai kurang lebih 60 meter. beruntung aku masih kebagian kursi yang terjepit diantara dua pasangan. dan seperti yang sudah aku duga, film ini cukup bagus. karakter aktor kelas piala citra, slamet rahardjo sungguh beda dengan artis karbitan.

terutama ikranegara yang berperan sebagai pak arfan, guru setia yang sanggup meyakinkan anak didiknya untu mengejar mimpi-mimpi yang ia semaikan, tak pantang menyerah dan yang paling ia tekankan, hidup itu harus memberi sebanyak-banyaknya.

sempatkan nonton film ini. karena masih sedikit film indonesia sebagus karya miles production. aku tak bisa membayangkan apa jadinya kalau film ini dibuat “versi india”.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*