2020, tahun pencerahan

Number of 2019 to 2021 on stones footpath

tahun 2020 ini hari-hari rasanya lebih panjang, tapi tahun cepat berganti. seperti tiba-tiba saja, cepet banget, besok kita akan memulai tahun baru lagi, tahun kerbau logam.

bagi banyak orang, tahun 2020 adalah tahun kehilangan besar. ada yang kehilangan orang-orang tersayang, teman, kerabat, kehilangan kesehatan bahkan tak sedikit yang kehilangan pekerjaan, kehilangan kebiasaan nongkrong-nongkrong, bahkan mungkin ada yang kehilangan muka dan iman.

tahun pageblug ini, bagi saya pribadi adalah tahun yang penuh pencerahan, meski pandemi terjadi di setiap sudut wilayah, termasuk di antartika. andai corona covid tak datang, kemungkinan jutaan orang yang telah almarhum itu masih bisa membaca artikel ini.

misteri kematian memang belum terpecahkan sampai hari ini. ilmu pengetahuan belum begitu canggih untuk mengungkapkan apa yang terjadi di alam sana.

dari narasi yang sering kita dengar sejak ngaji di langgar, orang-orang yang telah mati, yang telah dikubur di liang sempit itu akan ditanya-tanya oleh malaikat.

(soal pertanyaan-pertanyaan ini, pernah ada sebuah buku yang mengulas bocoran soal-soal yang di tanyakan. entah darimana dia memperolehnya, apakah memang bisa penjaga kubur bisa disuap?)

uniknya, di narasi itu disebutkan, bukan mulut yang manipulatif dan gampang berbohong ini yang akan memberikan jawaban. namun masing-masing anggota tubuh akan bercerita apa adanya, jujur tanpa sensor.

jika selama hidupnya anggota-anggota tubuh ini tidak melakukan apa yang menjadi kewajibannya, maka dia akan mendapatkan hukuman, siksa kubur yang sangat pedih.

beberapa bentuk penyiksaan itu diantaranya, dipukul dengan palu dan besi, disempitkan ruang kuburnya sampai tulang-tulangnya remuk dan dicabik-cabik ular yang ganas.

mendengar ancaman-ancaman itu, sampai sekarang belum ada yang mengeluhkan dirinya panik atau bahkan stress. tapi akhir-akhir ini banyak himbauan untuk tidak membaca atau mendengar berita-berita (yang dianggap) negatif tentang corona yang dianggap bisa menurunkan imun tubuh.

sampai kapan berlangsungnya penyiksaan ini? sampai berakhirnya dunia.

membayangkan lamanya menunggu di sana, tak ada satuan waktu yang bisa dipakai untuk mengukurnya. hal ini membuatku begitut takut untuk menghadapi kematian yang sudah pasti itu.

belum lagi setelah dibangkitkan, diadili dan dimasukkan ke neraka yang apinya menyala-nyala bagi mereka yang hidupnya manipulatif selama di dunia.

banyak orang melakukan kebohongan sampai level dianggap biasa saja. contohnya membeli follower agar kelihatan hebat, tidak datang tepat waktu, bilang bentar lagi sampai, meski baru nutup pintu pagar, selalu menunda membayar hutang, janji-janji manis yang tak pernah ditepati dan bentuk-bentuk keculasan yang lain.

(( dulu waktu masih imut, saya percaya saya tak bisa mati. ketika menginjak dewasa, saya percaya saya akan mati nanti banget kalau sudah tua renta. dan ini diperkuat oleh ramalan ketut liyer yang memprediksi saya bisa hidup sampai seratus tahun. secara detail, pria tua ini menyebutkan bahwa tulang-tulang saya kuat dan sehat. ))

mendengar narasi soal kematian itu, saya diam-diam terus mempertanyakan dan mencari jawaban yang bisa memberikan konfirmasi tentang hal itu baik bertanya-tanya ke orang-orang saleh atau membaca buku-buku spiritual dari berbagai agama dan keyakinan.

beruntung, lewat aplikasi telegram, saya menemukan kelompok diskusi atau pengajian yang narsum atau pembicaranya gus baha.

pada salah satu ceramahnya saya menemukan apa yang saya cari selama hidup ini. dia mengatakan, jika kita di dunia ini bisa hidup selalu bersama allah, maka di alam susudah mati pun kita akan tetap bersama allah.: nyaman, seperti kehidupan yang kita jalani sekarang ini.

caranya sederhana, bahkan sudah sering kita dengar ribuan kali, yakni melakukan perintahnya dan menjauhi larangannya.

sesimpel itu.

jika kita telah mampu bermind-set dan bersikap seperti itu, tak ada alasan lagi untuk takut pada kematian kan?.

apalagi gus baha pada momen lain menambahkan, manusia lebih mudah masuk surga daripada masuk neraka. kenapa? karena kunci surga telah ditemukan, sementara tuhan tak pernah ngasih bocoran soal kunci untuk masuk neraka.

jadi tenang saja, kita berdoa semoga neraka memang tidak ada kuncinya sehingga semua orang tak ada yang bisa masuk.

andai semua orang mempunyai pemahaman begini, tentu tak akan pernah ada orang-orang beragama yang dengan penuh kebencian, atas nama tuhannya berteriak-teriak di jalanan, di medsos bahwa keyakinannya sendirilah yang paling benar dan hanya kelompoknya saja yang akan masuk surga.

(( saya tak akan kasih tahu kunci surga itu apa, nanti aku bisa dituduh ustaz ))

hidup bisa damai, tanpa keributan yang sebenarnya tidak perlu. selamat tahun baru, semoga kita semua kita makin sejahtera.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*