pantai sepanjang dan pantai-pantai lainnya di sepanjang jogja selatan

di wilayah ( sengaja menghindari pakai vocab “daerah” karena bisa membuat orang ngamuk, merasa tempat tinggalnya adalah kota) jogja bagian selatan terdapat beberapa pantai memanjang mulai dari pantai kukub, parangtritis, drini, glagah indrayanti, pok tunggal, siung, banyutibo, siung, sepanjang, nglambor, jogan, timang, krakal, sundak, sadeng, drini, ngrenehan dan baron.

banyak memang. dan pantai sepanjang, sesuai namanya adalah pantai terpanjang di jogja.

tiap pantai mempunyai karakter yang berbeda-beda. salah satu persamaannya, pantai selatan memiliki ombak yang besar. sehingga mayoritas pantai memberi peringatan kepada pengunjung agar tidak berenang.

senin (27/5/2019) ketika orang-orang kantoran sedang miting, saya pergi ke beberapa pantai selatan. untuk menuju ke pantai, jalanan sangat mulus, kecuali ke pantai timang.

menurut salah satu warga, jalan menuju ke pantai ini sengaja dibiarkan berbatu dan terjal. karena untuk mencapai ke sana, pengunjung harus menyewa mobil jip seharga 250 ribu sekali jalan.

karena hanya di jogja sehari, akhirnya hanya bisa menyusuri beberapa pantai. salah satunya adalah pantai siung, lengkapnya siung wanara. artinya taring monyet.

nama itu muncul karena ada batuan atau gunung di tepi pantai ada yang berbentuk taring monyet, namun aku gagal menemukannya.

di pantai yang belum mainstream ini, kondisi pantainya masih alami dengan pasir putihnya dan air laut sebening hati orang-orang yang sudah hijrah dengan sebenar-benarnya.

lautan pasir putih sepanjang 1500-an meter ini selain dipakai untuk bermain-main air dan tentu saja foto-foto, juga bisa dimanfaatkan buat kemping.

hari itu puluhan mahasiswa juga sedang melakukannya. tenda bisa menyewa atau membawa sendiri.

view pantai ini sungguh instagenik jika kamu piawai memilih susut pandang. apalagi dengan background batu batu sebesar rumah hulk dan backsound debur ombak yang menggelegar. kamu akan merasa sangat kecil.

untuk mendapatkan view laut yang lebih memukau, kita bisa naik ke atas batu-batu raksasa di sisi kanan yang telah dilengkapi dengan tangga. harus super ekstra hati-hati karena di bawahnya terdapat hamparan batu karang runcing yang menganga.

kita bisa menyusuri pinggir juga dengan tangga yang telah dilengkapi dengan spot-spot instagenik. di sini kita bisa melihat birunya laut dari ketinggian, aroma laut dan angin yang berhembus kencang.

lelah, jangan khawatir, di beberapa titik disediakan gajebo beratap ilalang atau rumah kecil dengan genteng dari tanah untuk rehat sebentar. sebentar saja karena pengunjung lain pasti juga ada yang ingin rehat.

sementara di sisi kiri, kita bisa melakukam tracking dengan ketinggian nyaris 45 derajat. di sini spot-spotnya tak kalah instagenik dan menantang. terdapat beberapa spot foto yang berbahaya karena berada di ketinggian dengan kanan kirinya jurang yang menganga.

saya was-was membayangkan rombongan abege hiperaktif yang suka becanda jika sampai naik ke spot-spot ini.

tempat ini masih alami, belum ada polesan yang berarti, hanya terdapat tempat parkir luas dan warung-warung makan yang menyediakan menu seragam: ikan goreng, oseng tempe dan sambal yang fresh dari cabe mentah dan lalapan.

di pantai siung belum ada penginapan atau hotel. jika ingin menginap harus pergi ke pantai sebelahnya, pantai krakal.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*