kucumbu tubuh indahku, tubuh yang menyimpan trauma-trauma

garin nugroho, rupanya belum lelah mengeksplorasi soal tari penari di film-filmnya. mulai dari opera jawa, setan jawa dan filmnya yang terbaru adalah kucumbu tubuh indahku.

pada film terbarunya yang diproduseri ifan ifansyah ini, garin lebih fokus pada sosok penarinya, dari kecil hingga dewasa yang terus menegangkan, menguras emosi. garin seperti meneror dan tak memberi kesempatan penonton untuk bernafas.

selain soal penari, kemiripan dengan film garin sebelumnya, opera jawa, setan jawa adalah “eksploitasi” tubuh-tubuh laki-laki tegap yang setengah telanjang. kemiripan lainnya, muncul rumah yang sendiri dan super sederhana.

garin terobsesi kemiskinan dalam film-filmnya?

dalam fim kucumbu tubuh indahku, garin lebih ekspresif membahas tubuh. ternyata tubuh juga merekam perjalanan hidup seseorang. tubuh juga mengalami trauma-trauma.

dan perjalanan juno kecil yang selalu melihat bapaknya yang berantem dengan sungai belakang rumah yang airnya bergolak, lalu ditinggal minggat.

bayangkan bocah berusia 9 tahun itu harus mengurus dirinya, tinggal di rumah sendiri? itu belum cukup juno harus pindah tempat tinggal. di tempat baru dia harus beradaptasi, melewati hari-harinya dengan buliknya yang menjadi pedagang ayam.

di kampung ini juno kecil mempunyai profesi baru yang tak pernah terpikir oleh kita semua.

pengalaman-pengalaman juno yang aneh dan unik itulah yang membentuk juno dewasa menjadi laki-laki yang mampu berperan sebagai laki-laki dan perempuan sekaligus.

dan semua adegan di sepanjang film ini tidak ada yang biasa. semua adegan ada alasannya, bukan sekadar tempelan untuk mengisi scene belaka.

kucumbu tubuh indahku, puitik dan tentu saja melampaui realitas.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*