7 tips ini remeh-temeh, praktis dan tidak klise tapi bisa membuatmu lebih bahagia,

hidup bahagia, mayoritas orang menginginkannya. namun ada juga sebagiak kelompok kecil orang yang tidak menginginkan kebahagiaan, tapi juga bukan berarti dia menginginkan dan menikmati kesedihan.

mereka adalah orang-orang yang sudah tidak terpengaruh dengan kebahagiaan dan kesedihan.

mereka selalu cool setiap menghadapi semua problema hidup yang menderanya setiap hari. mungkin orang-orang ini mempunyai kadar dopamin yang rendah dan seretonin  yang lebih dari cukup.

lalu bagaimana cara agar hidup yang sangat singkat ini bisa bahagia, minimal biasa, datar, tidak terlalu merasa bersedih, lakukan hal-hal sederhana nan praktis ini:

1. jangan pernah minta ditraktir

beberapa orang secara bercanda (dan diam-diam berharap menjadi kenyataan) minta ditraktir ketika teman memperoleh kesuksesan. Misalnya  ketika dia naik level di game ponsel, atau menerima gaji pertama, dapat bonus, saat ulang tahun, hadiah lomba atau undian.

soal minta ditraktir ini, mayoritas menanggapi hal tersebut wajar, padahal sebenarnya itu adalah hal yang fatal. kenapa, karena secara tidak sadar, mengharap traktiran itu hanya akan menyuburkan keserakahan, meningkatkan kepelitan.

yang perlu dilakukan: ubah kesadaran bahwa kamu adalah orang yang tidak berhak ditraktir. biarkan temanmu mentraktir orang-orang yang memang layak menerima haknya. kita tak perlu merampasnya.

2. jangan pernah minta oleh-oleh.

ini mirip dengan nomor satu. jangan pernah berharap untuk dikasih oleh-oleh ketika ada teman saudara yang traveling ke luar negeri atau ke kota-kota di indonesia. jangan pula minta oleh-oleh dengan kedok nitip, belikan dulu.
kalaupun beneran mbayar, itu pun sebenarnya masih terlarang, karena merepotkan. ada cara yang lebih praktis, beli di online shop yang kadang tidak ada biaya pengirimannya. lebih simple kan?

3. jangan bermental gratisan

masih dalam konteks barang-barang, sebisa mungkin hindari barang gratisan. ini adalah cara mendidik diri agar tidak haus dan rakus. kecuali memang benar-benar barang gratisan itu dibutuhkan dan tak ada pilihan lain. misalnya ada pembagian jas hujan saat hujan sementara tak ada warung yang menjual barang tersebut.

4. jangan pernah beli barang diskon

diskon hanya merongrong kita untuk terus menciptakan kebutuhan yang sebernarnya hanya keinginan sesaat. beli dua dapat satu misalnya. atau beli dua bonus apa kek. program-program diskon sebenarnya hanyalah jebakan buat para konsumen khilaf.

selain itu kualitas barang diskonan itu biasanya sudah jelek, entah stok lama atau ada cacatnya.

5. jangan pernah minjemin uang ke teman

masalah ini sebenarnya adalah masalah nasional. tiap orang pasti punya pengalaman dalam hal pinjam meminjam uang. mayoritas ( aku duga 99,9 persen), peminjam akan ngemplang, tidak menepati janji ketika jatuh tempo. apalagi jika peminjam bersaksi atas nama Allah dan Rasullulah, kemungkinan bohong, tidak menepati janji lebih besar.

sarankan saja teman itu pinjam ke tempat yang benar, banyak layanan yang bisa ngasih pinjaman tanpa ribet. cari  aja di gogole.

6. jangan pernah menggaring, klise dan kudet

untuk menghindari hal-hal di atas, satu-satunya cara adalah dengan terus mengikuti perkembangan. apalagi di era digital sekarang ini, informasi cepat membasi.

diperlukan ekstra usaha untuk itu, sehingga mampu menangkap informasi terkini, meng-cross-chek dan memastikan kebenarannya agar tidak mempermalukan diri sendiri.

karena begitu dahsyatnya informasi yang kita terima, kita harus selektif berita dari sumber mana yang layak dikasih perhatian atau topik apa yang tak perlu digubris.jangan reaktif dan hati-hati dengan wabah tahu banyak hal tapi dangkal.

7. jangan pernah menyimpan barang yang tak berguna

banyak yang gemar menyimpan barang-barang yang sebenarnya tidak terpakai, atau dianggap masih akan dipakai di masa mendatang.

padahal, ketika kamu menunda atau tidak mau memakai barang tersebut, sampai kapan pun kamu tidak akan memakai lagi. karena di masa depan, kebutuhan kita telah berubah, berbeda dengan sekarang.

memang ini tantangan yang berat. namun menurut marie kondo, membuang barang-barang yang tidak terpakai akan membuat hidup lebih fresh dan bergairah.Masih menurut dia, “keengganan kita untuk membuang barang tertentu, sejatinya hanya berakar pada dua penyebab: keterikatan dengan masa lalu dan kecemasan akan masa depan”.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*