tenun sumba, master piece seni yang berisi kitab suci

seorang mama penenun langsung menghentikan aktivitasnya begitu tampak ada orang yang mendatangi rumahnya. rumah panggung tanpa pintu yang terdiri dari 3 lapis ( bukan tingkat) itu juga difugsikan sebagai galeri atau butiknya.

rumah adat sumba atau uma mbatangu (rumah berpuncak) ini terdiri dari 3 lapisan. lapisan pertama adalah tempat untuk menyimpan ternak, tempat paling atas untuk menyimpan barang-barang berharga, tak setiap orang boleh memasuki tempat ini. dan lapis kedua atau tengah adalah ruang keluarga, tamu, dapur dan kamar, meski tak nampak sekat-sekatnya.

di salah satu tiangnya tertempel tokoh calon anggota dprd.

mama penenun itu langsung menyambut ramah, menyodorkan sirih pinang dalam wadah yang terbuat dari anyaman daun pandan. perempuan berusia 47 tahun itu mukanya tampak lebih boros dibanding usianya. sambil sesekali mengunyah sirih, ia mengambil kain-kain tenun yang memukau, menjembrengnya dan menceritakan proses pembuatannya.

mama maris, sang maestro tenun ikat sumba ini telah menenun sejak usia 15 tahun. waktu itu ia belajar langsung dari ibunya, turun temurun tanpa  memakai buku catatan.

mama amaris yang tinggal di kampung raja prailiu, waingapu, sumba timur ini sangat menguasai soal tenun secara kaffah, mulai dari menanam kapas, memetik dan memintalnya, lalu membuat pola, melakukan pewarnaan dan menenunnya.

sampai sekarang perempuan yang suaranya berat mirip bu menteri susi ini telah menguasai lima puluhan motif yang ia simpan di dalam kepalanya, ia sengaja tak mendokumentasikan motif-motif yang telah ia pelajari dari leluhur, maupun motif yang ia ciptakan sendiri.

selain itu ia juga memahami apa makna setiap motif yang ia pelajari. di sumba motif-motif dalam kain tenun ikat adalah ajaran hidup. selembar kain tenun ikat sumba tak ubahnya sebuah kitab suci yang dijadikan pedoman hidupnya sehari-hari.

kebanyakan motif kain tenun ikat sumba berbentuk hewan, mulai dari kuda, udang, tokek, buaya, ayam dan burung. setiap satwa mewakili sifat-sifat baik yang harus ditiru oleh manusia.

kebanyakan, warna-warna kain tenun ikat sumba lebih soft, tidak ngejreng karena kain tenun ikat sumba yang asli hanya memakai pewarna yang diambil dari tanaman yang ada di sekitar rumah. warna merah diambil dari kulit atau akar mengkudu, warna biru indigo diambil dari daun tumbuhan yang daunnya kecil-kecil, kulit mahoni, daun mangga dan lainnya.

yang paling unik, warna hitam. warna ini tidak bisa dihasilkan dari tumbuhan apapun. karena itu orang sumba memanfaatkan lumpur untuk mendapatkan warna hitam untuk kain-kain tenun ikatnya.

mama maris yang suka pusing kepala kalau belum minum kopi ini menceritakan, untuk mendapatkan warna hitam, ia harua merendam benang ke dalam lumpur di sungai yang telah dicampuri ramuan tertentu. untuk mempercepat mendapatkan warna hitam, ia melakukan pencelupan dan perendaman saat sedang bulan purnama.

ketika pewarnaan sudah selesai, tahap berikutnya adalah menenun. pekerjaan ini hanya boleh dilakukan oleh perempuan.  proses pembuatan kain tenun ikat sumba memerlukan waktu berbulan- bulan. misalnya untuk ukuran 120x 210 perlu waktu sekitar 6-8 bulan dengan harga termurah 2 jutaan.

harga ini sebenarnya masih sangat murah. salah seorang aktivis pemberdayaan penenun mengatakan, dengan harga segitu para penenun hanya dapat bayaran rp 10 ribu per harinya.

uniknya, para penenun membuat kain tenun ikat tidak untuk dijual juga. mereka membuat kain untuk keperluan adat, untuk upacara pernikahan, kelahiran dan kematian. mereka menjual kain hanya ketika terpaksa, kehabisan uang untuk makan.

mereka tak ubahnya hipster, mereka hanya menjual ketika harganya cocok, atau mereka malah hanya memberikan saja kalau audah dianggap cucu sendiri. suka-suka mereka saja. atau kalau pun mereka menjual pun tampak tak berharap segera laku, karena semakin lama usia selembar kain tenun ikat sumba pewarna alam, semakin naik harganya.

orang sumba bisa langsung membedakan mana kain sumba pewarna kimia dan mana yang memakai pewarna alam dalam dua detik tanpa menyentuh dan menghidunya.

kain tenun ikat sumba memang mempunyai aorma khas yang berasal dari rempah-rempah yang dicampurkan untuk mengikat warna. sehingga kain tenun ikat sumba adalah juga sebuah obat penyembuh. dulu orang sumba tak pergi ke dokter ketika sakit, namun cukup berselimutkan kain tenun ikat sumba warna alam.

aneh kan?

keunikan lain, setiap wilayah di sba mempunyai karakter kain tenun yang berbeda, tidak saja motifnya namun juga teknik menenunnya. misalnya tenun kampung raja prailiu akan berbeda dengan kampung kodi. masing-masing wilayah itu tak bisa saling memalsukan motif karena pasti akan ketahuan. dan masing-masing penenun tak pernah saling berbagi cerita soal rahasia pembuatan tenunnya.

kain-kain tenun ikat sumba pewaena alam memang elok, kuat dan tahan lama, sampai berpuluh-puluh tahun. namun dibalik keelokan selembar kain itu tersimpan tragedi cukup mengerikan yang jarang terungkap ke permukaan.

kain-kain tenun ikat pewarna alam sumba tak ubahnya foto-foto yang diposting selebgram di sosial mesia, indah, banyak menerima pujian namun dibaliknya ada kisah kelam yang tak terungkapkan.

Share Button
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*