sarah hobgen, perempuan australia yang cinta mati pada sumba

banyak warga negara asing yang sangat peduli pada budaya dan pariwisata indonesia kita. salah satunya adalah sarah hobgen. perempuan dari australia ini menetap di sumba sejak tahun 2008.

di negeri seribu bukit ini ia saat ini sedang memberdayakan warga di kampung raja, prailiu, tempat tinggalnya saat ini.

sarah yang menikah dengan laki-laki sumba ini berusaha meningkatkan kesejahteraan warga prailiu dengan membentuk komunitas yang terdiri dari para penenun dan juga para laki-laki yang berprofesi lain.

sabtu, 5 agustus 2017, ia bercerita, warga prailiu sebenarnya adalah para petani. menenun hanyalah salah satu aktivitas untuk meningkatkan pendapatan keluarga. namun profesi petani ini pelan-pelan digerogoti arus modernisasi.

kini lahan pertanian telah berubah, pelan-pelan dibangun rumah dan lainnya. jadi statusnya sekarang ini,  warga prailiu adalah petani yang tak mempunyai lahan.

kondisi itulah yang menggerakkan sarah untuk memberdayakan warga dengan mengedukasi penenun agar kualitas yang dihasilkan tetap prima. karena itu para penenun di kampung raja hanya memakai pewarna alam.

kini sarah bersama jonathan hani, anggota dpr dan lusi  josiwianti juga sedang bermimpi membangun asosiasi pariwisata sumba, yang bertujuan untuk pariwisata sumba yang sustainable yang mensejahterakan warga dan melindungi budaya.

keren banget kan?

tapi sayang sekali,  asosiasi pariwisata pelaku/asosiasi berjuang sendiri, pemerintah daerah, khususnya di bidang pariwisata sepertinya tutup mata dengan usaha baik ini.

namun ia tak menyerah. ia terus mewijudkan mimpinya untuk membangun ekowisata di sumba. tahap awalnya, selain memberdayakan penenun, ia juga membangun praikamarru guest house di  jl umbu rarameha, prailiu, kambera, sumba timur.

tempat menginap ini sungguh nyaman, tenang dan bangunan dwngan arsitektur khas sumba. dan tentu saja instagenic.

ruangannya penginapan ini cukup luas, 6×10 meter. kamar mandinya juga bersih, meski tanpa memakai shower.

200 meter dari guesthouse ini terdapat mama raja, penenun yang khusus memakai warna alam. setiap traveler yang menginap bisa langsung berbelanja dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga butik atau galeri di bali atau jakarta.

sarah sebenarnya mempunyai background pendidikan tentang lingkungan, saat ini ia sedang melakukan penelitian mengenai kandungan air bersih di sumba.

ia pertama kali datang ke sumba karena urusan kerja. saat itu ia ada 3 negara tujuan yang ia pilih: tonga, laos dan sumba. kebetulan sejak masa sekolah ia telah mempelajari bahasa Indonesia.

ia merasa nyaman tinggal di tempat yang jauh dari gemerlap di banding di negaranya. sarah yang fasih bahasa indonesia dan sumba ini menganggap di sumba, ikatan sosialnya masih sangat tinggi. ini berbeda dengan yang ada di kota-kota besar.

 

Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*