hindari 6 gaya bicara yang ngga banget ini

man-1483479_640

tiap orang mempunyai gaya bicara yang unik. ada yang menarik, meski kontennya biasa-biasa saja ada juga yang membosankan padahal temanya yang dibahas menarik dan dia sangat menguasai namun yang diajak bicara pura-bira balas email urgent.

style atau gaya bicara yang unik akan memberikan kesan mendalam sehingga gampang diingat, dan menimbulkan keinginan ntuk terus berbincang. apalagi kontennya cocok, up todate dan penting.

dalam berbicara atau ngobrol dengan pihak lain seperti teman, kolega, kenalan, sahabat atau mertua sebaiknya menghindari gaya 5 berikut ini: ( tapi ini tentu tak berlaku jika sedang berbicara dengan diri sendiri, pohon, hewan peliharaan, bemda-benda seperti awan atau air dan juga kepada makhluk ghaib.

1) memgulang kata-kata atau kalimat yang sama persis  tanpa jeda. padahal tak bermaksud menekankan hal yang penting juga.

misalnya, ” …… itu tak diperlukan lagi, tak diperlukan lagi……..”

2) selalu mengakhiri kalimat dengan tahu ngga” atau “tahu ngga si”.

sebenarnya itu hanya style, tak bermaksud bertanya, itu juga bukan pertanyaan retoris. dan tentu saja si pembicara tak bermaksud meminta jawaban.

biasanya sang pembicara moodnya sedang kurang bagus aja.

3) menjawab pertanyaan diawali dengan penjabaran latar belakang masalah.

tiap ngobrol tanya jawab tak bisa dihindari. namun sangat celaka jika bertemu dengan seseorang yang tidak fokus dalam mendengarkan pertanyaan

ketika ditanya, jadi gimana solusinya? lawan bicara akan menjawab dengan panjang lebar tinggi seperti membuat novel, ada latar belakang permasalahan dan seterusnya yang intinya tidak menjawab pertanyaan

4) keinggris-inggrisan

masih banyak yang beranggapan memakai istilah-istilah inggris lebih keren padahal sudah ada padanan bahasa indonesianya.

style ini tampak sekali saat suasana agak formal, di rapat-rapat dengan klien atau dengan divisi lain.

yang paling sering dipakai: which is…, next kedepan…,, better, prefer atau no no no.

5) sotoy dan tabu mengaku dirinya tidak tahu.

memang perlu jiwa besar, besar sekali untuk mengakui bahwa diri ini punya kekurangan, apalagi “mengaku di depan banyak orang”. karena itu beberapa orang terpaksa berpura-pura tahu dengan tertawa untuk mengalihkannya.

padahal tidak tahu akan suatu hal itu biasa saja daripada sotoy yang efeknya swpwrti bom waktu. suatu hari akan terkuak pada waktunya.

6)  tidak tahu kapan harus bicara dan kapan harus mingkem dan mendengarkan. biasanya tipe orang yang suka cari perhatian. tak peduli lawan bicara sudah eneg atau mau muntah mendengarkan ocehannya. dia akan terus beralih dari satu topik ke topik lainnya tak pernah kehabisan ide.

Share Button
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*