cinta bisakah dipupuk seperti bunga mawar

bridal

jatuh cinta, dengan alasan apapun semua orang menyukainya. ketika jatuh cinta, semua tampak indah, jauh dari segala masalah. dua orang yang sedang jatuh cinta, maut pun tak dipedulikannya.

namun seberapa lama perasaan jatuh cinta bisa (di)bertahan(kan)?

menurut seorang yang telah menikah dengan kondisi keluarganya baik-baik saja, normal tak ada konflik jatuh cinta memang lama-lama bisa terkikis oleh waktu, usia dan pekerjaan. untuk kasus orang ketiga tak perlu dibicarakan.

celakanya cinta bukan bunga mawar yang jika dirawat dan pelihara akan bisa tumbuh dan berkembang indah.

menurut seseorang itu, menikah memang harus dilandasi rasa cinta, namun dalam perjalananya akan hadir seorang anak dan hal-hal lain yang agak mengalihkan atau membagi perhatian kedua pasangan. belum lagi masalah pekerjan dan kebutuhan yang terus bertambah dan berkembang.

kebosanan diam-diam mengintai. godaan untuk siap jatuh cinta dengan orang lain sangat besar. bagaimana cara mengatasinya?

banyak yang menyarankan untuk berlibur berdua, mengulamg kebiasaan masa-masa pacaran yang romantis dulu. mungkin ini bisa berjalan, tapi sebentar. setelah kembali ke dunia nyata, kebosanan dengan pasangan akan tetap ada.

namun menurutnya, itulah esensi perkawinan. dua orang yang telah disatukan oleh tuhan tak bisa dipisahkan. komitmen.

jadi meskipun rasa cinta itu telah semakin pudar, kehidupan harus terus berjalan, anak-anak terus tumbuh tak bisa dihentikan. uang sekolah, pengeluaran bulanan menjadi kewajiban yang kadang menjadi lebih diutamakan dibanding “sekadar” cinta.

meski nyaris tak ada cinta lagi, kalau salah satu pasangan pergi, tetap ada kekhawatiran, ada ketakutan jika ada apa-apa. mereka tetap saling mendukung satu sama lain. dan tentu saja mereka tetap aaling cemburu jika pasangannya bersama dengan teman-temannya yang berbeda kelamin.

jadi apa sebenarnya cinta?

Share Button
42 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*