berburu blue fire di kawah ijen banyuwangi

kawah

banyuwangi memiliki alam yang elok dan memukau: puluhan pantai, taman nasional, wisata kota, wisata religi. salah satu tempat wisata yang telah mendunia adalah kawah ijen yang berada di puncak gunung dengan ketinggian 3000an meter di atas permukaan laut.

danau kawah ijen adalah fenomena alam super unik yang menghasilkan blue fire yang memukau. hanya ada dua di dunia kawah yang mempunyai keunikan ini, kawah ijen dan kawah di iceland.

pendaki

menurut tour gude, jarot erdiyanto pada selasa 10 april 2016, blue fire pertama kali di blow up oleh salah satu media di prancis. sejak saat itu, pengunjung kawah ijen makin membludak.

untuk bisa melihat fenomena alam paling unik ini, para pengunjung harus datang lebih awal, tengah malam. karena blue fire hanya bisa dilihat saat malam masih gelap, cahaya matahari belum  muncul.

kami beserta ratusan pengunjung malam itu harus berangkat dini hari agar sampaidi puncak gunung untuk mengejar blue fire. dengan mengendarai bus, kami bersama rombongan menuju paltuding, tempat pemberhentian mobil terakhir di kaki gunung ijen.

taksi

dari sini semua pengunjung kawah ijen harus mendaki dengan berjalan kaki. suhu udara mencapai 18 derajat celcius dengan tambahan semilir angin yang basah, membuat para peserta merasa kedinginan.
untuk mengatasi itu para pendaki mempersiapkan penangkalnya: jaket, kaos tangan, kupluk, syal, kaos kaki, senter, masker dan minuman untuk penambah stamina.

perlu waktu sekitar 90 menit untuk mencapai puncak kawah. jalanan cukup lebar namun nyaris semuanya mendaki dengan kemiringan 45 derajat.
pendak3

ngos-ngosan tentunya. namun ada alternatif untuk lebih nyaman sampai ke puncak, yakni menyewa “taksi”.
benar, orang-orang puncak gunung ijen menyebut troli pembawa belerang dari puncaj gunung sebagai taksi. tarifnya cukup fantastis, untuk sekali naik dengan isi satu orang tarifnya cuma 600 ribu, untuk turun tentu lebih murah, 400 ribu saja.

ada peringatan bagi para pengidap penyait jantung, sesak nafas dan lainnya dilarang mendaki ke puncak ijen ini.
sampai di puncak kelelahan dan perjuangan kami terbayar sempurna. kami disambut pemandangan alam yang memukau, danau kawah sepanjang 900 meter dengan luas 600 meter yang berwarna hijau toska.

 

pendak2

pagi buta itu asap tipis belerang menyapu kami. baunya cukup menyengat tidak nyaman dan membuat mata berair, sakit. ternyata ini belum seberapa. untuk bisa menyaksikan blue fire, para pendaki harus menuruni tebing ke bibir kawah. perjalanan ini lebih berbahaya karena jalanan terjal berbatu, sempit dan curam.

sayang pagi buta itu, selasa, 10 mei 2016 asap belerang makin tebal,  menyebabkan semua pendaki gagal turun ke bibir kawah. meski telah memakai masker, tetap tak mampu menahan kuatnya asap belerang.

 

penambang

satu hal yang perlu diwaspadnai adalah adanya gas beracun yang bisa muncul tiba-tiba tanpa pengumuman.
karena itu para pendaki hanya bisa menikmati keelokan danau kawah ijen yang berwarna hijau toska dari atas. asap putih  dan kadang-kadang hitam terus menerus muncul dari perut bumi. kawah ijen adalah satu-satunya kawah terbesar paling asam di dunia.g

selain sebagai tempat wisata naik gunung, danau kawah ijen yang berada di kecamatan licin ini juga menjadi tempat penambangan belerang. setiap hari sekitar 8 ton belerang padat diambil oleh para penambang setempat yang jumlahnya sekitar 300an orang. setiap kilogram belerang yang mereka ambil dihargai rp 925 rupiah.

baca juga:

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*