laki-laki pengantar arwah ke tuhan

herwiratno

(herwiratno, tengah, baju batik)

soal roh, tuhan hanya membahas soal itu sangat sedikit.  namun ada seseorang yang beruntung mempunyai pengetahuan soal roh  sangat banyak. namanya herwiratno. orangnya sangat ramah dan bersahabat. tak hanya kepada makhluk yang bernama manusia yang kasat mata, namun juga kepada makhluk-makhluk lain tak bisa dilihat dengan mata.

beruntung sekali bisa bertemu dengan laki-laki yang tidak mau menyebutkan rumahnya di mana ini pada selasa, 19 april 2016 di senayan. meski begitu ia akan sangat antusias ketika diajak bertemu, di luar rumah tentunya. hal ini nampak dari sampul bukunya yang menerakan nomor teleponnya.

pak herwi memang baru saja meluncurkan buku, judulnya “mati tak berarti pergi”. buku ini berisi kumpulan cerita pengalamannya dalam mengantarkan roh-roh yang tak bisa sampai ke tuhan. menurut dia, roh-roh yang tak bisa sampai ke tuhan itu ada banyak penyebabnya.

salah satu penyebab yang paling fatal adalah karena mereka tak bisa melepaskan kemelekatannya dengan dunia fana ini. biasanya mereka terlalu cinta dengan kekayaan, perusahaan, keluarga, anak atau bahkan dengan pacar gelapnya.
ada juga beberapa arwah (apa bedanya dengan roh) yang tak bisa sampai ke tuhan karena memang mereka harus menyelesaikan misi hidupnya yang belum selesai.

soal misi hidup, ia mengungkapan. bahwa misi hidup tiap orang berbeda. kita harus bisa mengenalinya dari awal. misi hidup bukanlah pekerjaan kita sekarang ini yang bersifat transaksional, dibayar. tapi tugas mulia yang tuhan berikan kepada tiap makhluknya yang intinya adalah berbuat kebaikan. realnya, dengan fasilitas (pekerjaan yang kita miliki) kita mestinya bisa melakukan misi hidup kita.

misi hidup kadang tidak muluk-muluk, namun sangat-sangat simpel. ia lalu menceritakan seorang gadis kecil yang meninggal dalam usia 7 tahun. semuda itu ia sudah meninggal, karena misi hidupnya telah selesai.

gadis kecil, kita sebut saja namanya chibana. ia lahir di sebuah keluarga modern yang super sibuk. kedua orang tuanya tak punya cukup waktu untuk menemaninya setiap waktu.  seperti pekerja urban lainnya, orang tua chibana berangkat kerja subuh dan pulang malam hari. mereka tak paham apa yang dilakukan anak semata wayangnya saat siang di rumah sehabis sekolah.

setelah kematiannya, baru terungkap, chibana setiap berangkat dan pulang sekolah menyapa para satpam dan orang-orang sekomplek yang dijumpainya. ia juga selalu member makan kucing-kucing liar yang ada di dekat rumahnya. dan yang tak pernah dipikirkan oleh orang tuanya, setiap waktu ia meminta kepada pembantu sebelah rumahnya memasakkan nasi goreng. ternyata, misi hidup dia adalah membahagiakan mbak pembantu dengan meminta memasak nasi goreng, karena selama ini tak ada orang yang menghargai masakan pembantu yang malang itu.

ada cerita mengharukan lain lagi. misalnya seorang arsitek yang telah menghasilkan banyak rancangan gedung pencakar langit. suatu hari saat  miting bom marriot meledak. sejak sat itu ia trauma, depresi. ia lalu pulang kampung ke ambon, tanah kelahirannya yang indah untuk menyepi, menikmati lautan yang indah. namun ternyata rencana liburan itu jadi berantakan karena pecah keributan di ambon.

sebagai seorang arsitek dia lalu membantu pemulihan keadaan yang cukup porak poranda. ia bersama warga lokal membangun jaringan saluran air bersih. dan ia merasa instalasi jaringan air bersih tersebut adalah karya terbaiknya, bukan puluhan gedung pencakar langit yang membuat banyak orang kagum.
ia telah menjalankan misi hidupnya.

bagaimana jika orang-orang tak menjalankan misi hidupnya karena tidak tahu atau tidak mau, menolak menjalankan misi hidup?  menurutnya,  pelan-pelan fasilitas yang telah diberikan tuhan kepada kita akan diambilnya: kesehatan, kemudahan dan hal-hal yang selama ini kita nikmati.

serem dan tragis. apalagi kalau roh kita nanti tak bisa sampai ke tuhan. tanpa bantuan manusia yang masih hidup di dunia, roh tak bisa berbuat apa-apa karena mereka sudah tak bisa mengalami rasa penyesalan lalu memohon ampun kepada tuhan.

masih menurut dia, dunia roh terbagi menjadi tiga. untuk memudahkan, sebut saja roh hitam yang belum bisa ke tuhan, roh putih yang telah berbahagia sampai ke tuhan dan satu golongan roh yang tidak bisa masuk ke golongan roh hitam maupun putih (roh gentayangan?).

menurutnya, roh putih,  roh yang sudah bersama tuhan punya kehendak bebas (free will). mereka ini masih bisa “berhandai-handai” dengan tuhan atau bisa juga menjaga keturunannya agar selalu dalam keadaan hidup yang benar.

selain berprofesi sebagai pengantar roh, laki-laki yang murah senyum itu juga menjadi dosen di jakarta yang mengajar sastra caina.

mendengar cerita-ceritanya yang panjang, mati terasa tidak menyeramkan, sama seperti hidup yang sebelumnya tak terbayangkan ketika kita masih berada di dalam kandungan.

Share Button
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*