@budisangbasiyo: saat ini jawa sedang terbalik dan akan dibalik sehingga kembali menjadi Jawa dengan tatanan yang benar

budisangbasiyo

sebelum adanya agama dan kepercayaan impor, orang-orang di setiap suku di indonesia telah mempunyai keyakinan yang telah menjadi pedoman hidupnya selama beratus tahun. di jawa ada kejawen, di sunda ada sunda wiwitan, di batak ada parmalim, di dayak ada kaharingan dan seterusnya.

namun kepercayaan mereka pelan-pelan tergantikan oleh agama-agama yang datang dari berbagai negeri yang menganggap agama dan kepercayaan orang asli indonesia kurang keren atau bahkan dianggap salah.

ternyata keyakinan atau kepercayaan asli tersebut sampai sekarang tak benar-benar hilang. masih banyak orang yang meyakini dan mencoba mengenalkan keyakinan “asli” tersebut kepada orang-orang yang berminat.

salah satunya adalah @budisangbasiyo, seorang penganut kejawen yang sering memberikan “kultwit” di twitter. sangat menarik mengetahui lebih dalam ajaran-ajarannya yang sangat universal dan mendamaikan.

salah satu topik yang pernah ia sampaikan adalah soal upacara sedekah bumi. untuk lebih lanjut mengenai sedekah bumi, pak budi melalui emailnya memberikan penjelasannya.

menurutnya “sedekah bumi” selain bermakna sebagai wujud rasa terimakasih pada semesta, sedekah bumi juga bermakna sebagai: media dalam merawat hubungan silaturahim dengan para leluhur, merawat adat-budaya-tradisi, merawat dan menjadi bagian dari sejarah panjang manusia Nuswantara.

laki-laki yang tinggal di bantul, jogja ini menjelaskan bahwa bentuk upacara sedekah bumi ini seperti pada umumnya kehidupan adat-budaya-tradisi di daerah istimewa yogyakarta, upacara (bukan perayaan) sedekah bumi masih tampak/dilakukan terutama oleh masyarakat pertanian maupun kelautan. Bentuk upacara/ritual masing2 sub daerah bermacam-macam pun “uba rampe”nya akan tetapi mempunyai tujuan yg sama yaitu berterimakasih pada semesta.

fanabis (f) boleh cerita mas, awalnya perayaan sedekah bumi itu gimana?

@budisangbasiyo (b): sedekah bumi yang saya inisiasikan bersama beberapa teman pada awalnya adalah ingin mengajak dan menumbuhkan rasa handarbeni atau merawat adat-tradisi-budaya dalam wujud berterimakasih pada semesta seperti yg leluhur kita lakukan sejak puluhan abad silam.

f: semakin hari makin banyak atau makin menurun para peserta yang merayakan sedekah bumi?

b: selain bersedekah bumi, setelahnya kami juga mengadakan diskusi tukar pengalaman dalam kerangka besar Nuswantara. Beberapa nara sumber terkadang kami hadirkan dengan pilihan-pilihan tema diskusi yg merujuk pada semangat mengingat kembali, merawat dan menjaga perjalanan sejarah adat-budaya-tradisi Nuswantara.

menjadi sangat menarik bila materi diskusi adalah mencakup hal-hal yg jarang atau bahkan tidak pernah terpublikasikan.

kalangan muda menjadi pilihan utama kami dalam upacara sedekah bumi ini dikarenakan kalangan ini mudah tersulut oleh hal-hal yg sifatnya “menantang”. oleh karena itu diskusi menjadi cara terbaik untuk saling bertukar pendapat ataupun bertukar “kawruh” satu sama lain.

f: makin hari semakin banyak atau makin menurun para peserta yang merayakan sedekah bumi?
b: keingintahuan kaum muda terutama, pun kalangan tua dan anak-anak sangat besar terhadap perjalanan sejarah Nuswantara. maka makin hari peminat acara sedekah bumi ini makin bertambah.
akan tetapi kami kadang terpaksa harus membatasi kepesertaan dengan berbagai pertimbangan, misalnya: kapasitas ruang, kapasitas pemahaman terhadap sejarah Nuswantara yang asli bahkan pada hal-hal yg “menabrak” dogma-dogma yang selama ini beredar dalam masyarakat.
f: saat ini terutama di kota banyak praktek, tindakan yang tidak selaras dg alam. menurut mas budi kenapa?

b: ada umumnya, di jaman sekarang tidak hanya perkotaan yang mengalami “kemunduran pemahaman” dalam memandang alam sebagai mitra hidup manusia, pun di pedesaan. faktor kemajuan teknologi turut serta menyumbang minimnya peran masyarakat dalam menjaga alam (adat-budaya-tradisi), selain faktor klasik lainnya yaitu: ekonomi, politik bahkan agama.

 f: kemunduran pemahaman ini menurut mas budi fenomena apa? 

b: alam pemahaman Jawa, fenomena tentang masyarakat Jawa saat ini yang makin tidak mengenal adat-budaya-tradisinya sendiri adalah bagian dari jangka semesta. bahkan dalam istilah “Sungsang Bawana Balik” telah disebutkan bahwa keadaan bumi (Jawa) saat ini sedang terbalik dan akan dibalik sehingga kembali menjadi Jawa dengan tatanan yang benar.

 f: wah seremnya. bagaimana mas budi memaknai teknologi dlm kehidupan sehari

b: eknologi adalah kelengkapan semesta. sebuah piranti yang melengkapi dan bukan piranti utama. Mmaka bijaklah dalam memggunakannya tanpa melepas atau menyingkirkan perjalanan sejarah Nuswantara atau bahkan memelintirnya demi kepentingan-kepentingan tertentu.

Share Button
3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*