wiken pagi yang tak membaca buku

Bookcase Displaying Clocks

sudah nyaris bulan kesebelas, namun sampai pagi ini tak satupun buku (apapun) terbaca tuntas. alasannya tentu karena malas saja. alasan-alasan seperti tak punya waktu, sibuk, capek, tak menemukan buku yang bagus dan 1001 alasan lain hanyalah alasan pembenaran saja.

sebenarnya saya masih merasa sehat dan baik-baik saja. setiap hari masih rajin bangun pagi, mandi, per ke kantor, pulang, kadang-kadang mampir bertemu teman atau bertemu dengan hal lain. tampak tak ada yang salah, meskti tak pernah membaca buku, utamanya fiksi.

namun jika dipikirkan, dirasakan lebih khusyuk, tak membaca buku menjadikan hidup seperti sinetron indonesia, begitu-begitu saja, flat dan hitam putih. apa yang dialami para pelakunya sudah bisa ditebak, mereka bertindak tanpa perlu berpikir, hanya merespon. dan aku duga fungsi otaknya diam-diam melemah lalu mati digantikan oleh ego dan keinginan-keinginan rendah yang menjadi fokus utama hidupnya.

membaca buku adalah menelusuri pemikiran penulisnya tentang banyak hal. dan setiap orang tentu saja mempunyai pemikiran unik yang layak dishare. setiap orang menyimpan kejeniusannya masing-masing.

dengan membaca kita akan makin kaya perbendaharaan emosi yang belum atau tidak kita rasakan. sehingga kita bisa belajar merespon dan berempati pada sosok-sosok fiktif dalam sebuah novel.

selanjutnya tinggal memaknai dan menafsirkan lalu mengimplementasikan dalam kehidupan keseharian apabila menemukan kasus yang sama. banyak membaca buku juga akan membuat seseorang tetap cool dan tak gampang insecure, juga lebih mudah untuk kolaborasi.

jika kalian menemukan orang yang susah menerima pendapat orang lain, selalu menganggap opininya sendiri dan kroninya yang paling benar, pasti dia kurang baca buku.

membaca buku adalah juga sebuah perjalanan yang bisa jadi akan memberikan pengalaman lebih kaya dibandingkan traveling namun tidur di sepanjang perjalanan sambil menutup kupingnya dengan headphone dan fokus pada ponselnya dengan tiap geser 1o meter foto-foto dan livetweet.

dalam sisa dua bulan tahun 2015 ini, tampaknya harus erburu buku dan mulai membaca lagi.

Share Button
3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*