radyapustaka, harta karun yang diabaikan pemiliknya

0-luar

solo, sala atau surakarta hadiningrat selama ini populer sebagai pusat budaya adiluhung dengan keraton dan pujangga-pujangganya yang karyanya kontentnya tetap relevan sampai sekarang. pujangga ronggowarsito dengan karyanya suluk saloka jiwa, serat kalatida yang memunculkan istilah “zaman edan” atau kiai ngabei yasadipura ii yang menciptakan mahakrya serat centini yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa perancis oleh elisabeth inandiak. dan tentu masih banyak sastra lain.

banyak orang berkunjung ke solo, selain karena kepopuleran batik, kuliner nasi liwet, tengkleng, srabi notosuman dan lainnya. banyak yang tak sadar atau tak tertarik bahwa solo mempunyai museum yang menyimpan harta karun sejarah. radya pustaka namanya.  museum yang terletak di jalan slamet riyadi ini adalah museum tertua di indonesia yang dibangun pada 28 oktober 1890 oleh kanjeng adipati sosroningrat iv, patih paku buwono ix dan paku buwono x.

0-ruangdepan

siang itu, selasa, 20 oktober 2015 pukul 11:00 wib aku kesana untuk ketiga kalinya. sebelumnya telah datang ke tempat ini dua kali namun ternyata jam buka museum ini hanya dari 08:30 sampai jam 13:00 wib.

setelah membayar karcis sebesar 5000 rupiah kita bebas memasuki bangunan yang tidak begitu besar. di depan pintu setiap pengunjung disambut oleh patung   pendirinya,  kanjeng adipati sosroningrat iv.

0-ruang-tengah

museum yang terletak di kompleks taman budaya sriwedari ini menyimpan beragam koleksi masa lalu yang menunjukkan betapa kita telah mengalami pencapaian-pencapaian yang luar biasa hebat.

di ruang bagian depan, kita bisa menyaksikan koleksi topeng kayu, patung-patung dari batu dan perunggu, senjata pusaka seperti keris dan tombak, juga furnitur yang unik.

0-mesin-ketik

makin kedalam, memasuki ruang utama, di sana tersimpan koleksi seperangkat gamelan jawa lengkap, jejeran wayang kulit siap pentas, buku-buku kuno berusia ratusan tahun yang ditulis tangan, jenis-jenis motif batik solo, replika masjid mangkunegaran lengkap dengan menaranya, serta replika kapal yang dipakai untuk menyusuri sungai bengawan solo masa itu.

ada juga sederetan model-model pakaian resmi jawa seperti beskap dan lainnya, juga paparan tentang kepribadfian seseorang menurut perhitungan horoskop jawa. peradaban jawa begitu maju dan keren.

0-wayang

sebelum menuju ruang tengah di sisi kanan kiri merupakan tempat untuk menyimpan naskah kuno yang berbahasa jawa dan belanda.  ruang ini tidak boleh sembarangan orang masuk, hanya para peneliti yang membawa surat keterangan yang bisa masuk ke sini. untuk memasuki tempat ini, sandal atau sepatu harus dicopot, dan tentu saja dilarang memotret naskah kuno tersebut.

sementara untuk perpustakaan yang menyatu dengan ruang utama, pengunjung tak boleh mencari sendiri buku di rak-rak yang sudah tertara rapi.

0-batik

pengunjung juga dilarang membaca di tempat atau meminjam untuk dibawa pulang, namun hanya bisa mengkopi dengan mesin yang sudah disediakan.

namun sayang, benda-benda purbakala yang tak ternilai harganya itu penyimpananya masih sangat sederhana dan apa adanya. benda-benda itu disimpan dalam keadaan menyedihkan, hanya ditaruh di ruangan tanpa tata letak yang memudahkan dan menyamankan pengunjung.

0-buku

informasi setiap benda yang dipajang pun sangat minim. belum lagi para petugasnya yang  cool, tenang tak menyambut wisatawan yang datang. tak ada ruang informasi atau guide tour yang bisa menjelaskan tiap koleksinya.

sayang sekali, harta karun museum ini seperti diabaikan oleh pemiliknya sendiri.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*