jakartans yang selalu dikejar-kejar tagihan

CQjLVdqUYAEZSWj

tinggal dan hidup di jakarta, kalau tidak pintar-pintar memanaj waktu dan uang akan mirip cerpelai yang berlari diatas kincir. terus bergerak namun tak pernah beranjak dari satu kwadran, utamanya dalam soal keuangan. makanya banyak jasa perencana keuangan yang bisa membantu para jakartans untuk memanaj uangnya agar masa depannya lebih baik.

sayangnya sampai haari ini masih banyak orang yang belum mau atau mampu untuk  berinvestasi dengan berbagai alasannya masing-masing. tiap bulan terima gaji hanya dipakai untuk membayar tagihan-tagihan. beberapa tagihan yang tiap bulan itu diantaranya:

1. tagihan pulsa

di era 2.0 ini pulsa sudah seperti udara. tanpanya jakartans akan menjadi sosok-sosok mati gaya seperti zombi. dengan pulsa yang terus tersedia, jakartan akan merasa lebih hidup dan eksis, meski di dalam lingkaran dunianya sendiri.

2. tagihan kartu kredit

kartu kredit sama dengan pisau. jika sang pemilik memanfaatkan untuk memasak, hasilnya bisa membahagiakan banyak orang. namun di tangan orang jahat, bisa dipakai untuk meneror yang bisa membuat kesedihan banyak orang.

enaknya memakai kartu kredit bisa belanja apa saja tinggal gesek sana sini tanpa merasa duitnya berkurang. apalagi tiap hari godaan selalu ada sale, ada pameran dan momen lain yang akan lebih eksis di socmed kalau belanja.

celakanya jika akhir bulan tak bisa membayar, bunganya  berbunga, sangat mencekik dompet. tapi jika punya nyali, tak dibayar tidak apa-apa. konon dengan modah 50 ribu atau 100 ribu untuk membayar debt collector, permasalahan beres seketika.

3. tagihan kost atau cicilan kpr.

karena alasan belum bisa membayar dp perumahan, salah satu alternatif terbaik para pekerja adalah menyewa kamar atau rumah agar jarak ke tempat kerja lebih dekat. namun banyak pekerja di jakarta yang (hanya) mampu membeli rumah di pingiran luar jakarta. misalnya di cibinong, cikarang, cilebut atau cisauk.

4. tagihan cicilan motor, mobil, laptop atau lainnya. angkutan umum yang rombeng dengan sopir yang mentalnya yang compang camping adalah salah satu penyebab jakartans memilih mempunyai kendaraan sendiri, baik motor atau mobil. tak peduli apakah jalanan di jakarta masih mampu menampungnya atau tidak, itu soal lain.

akibatnya makin sering terjadi ketegangan dan perselisihan di jalanan karena berebut ingin sampai tujuan lebih cepat.

5.  sebagai warga yang baik, tentu harus mematuhi kesepakatan yang telah ditetapkan untuk tujuan baik bersama. masih ada lagi tagihan sampah, iuran erte, sumbangan masjid yang harus dibayar. yang terakhir, meski tidak wajib, tapi harus tetap membayar untuk menunjukkan toleransi saja. oh masih ada satu lagi: tagihan uang keamanan.

tagihan-tagihan itu seperti selalu memburu, tiap bulan. income yang diterima hanya lewat belaka. untuk bisa menabung dan berinvestasi, da dua pilihan yang bisa dilakukan: berhemat atau meningkatkan income.

pilihan kedua tampaknya lebih masuk akal. dengan meningkatkan income, kemungkinan bisa berinvestasi lebih besar, dengan catatan kebutuhan tidak bertambah. untuk pilihan pertama, hmmm lebih susah: nyari uangnya aja dah mikir, masak ngeluarinnya harus  mikir lagi? 🙁

Share Button
5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*