tak hanya warung yang full booked di bulan puasa

© Copyright 2015 Corbis Corporation

bulan puasa adalah bulan penuh kebaikan. banyak sekali orang atau brand yang berlomba-lomba dalam kebaikan. mereka sibuk bersilaturahim antar teman, kolega dan keluarga besar. ada juga yang mengadakan buka bersama dengan para penghuni panti, panti asuhan, anak jalanan, keluarga miskin (gakin)  dan panti wreda.

alhasil di bulan puasa yang penuh rahmat ini, kita akan kesulitan mencari warung, restoran, kafe atau tempat makan yang kosong jika ingin mengadakan buka bersama. setiap hari selama bulan puasa, tempat-tempat itu selalu ramai.

begitu juga ketika kita akan mengadakan buka bersama dengan anak-anak panti asuhan atau panti wreda di sekitaran jakarta, semua full booked. sehingga penghuni panti, anak jalanan dan gakin harus menolak ajakan buka puasa dengan (terutama) para brand yang mengeksekusi program csr (corporate social responsibility) mereka.

[unik juga tanggung jawab sosial perusahaan hanya sebatas memberi makan pada saat buka puasa saja]

padahal,

kondisi seperti itu selalu terjadi setiap tahun. beberapa tahun lalu, ketika mengadakan buka bersama dengan anak jalanan di jakarta pusat, justru yang datang adalah warga biasa, warga yang tinggal di kampung, mempunyai rumah, keluarga dan bisa dikatakan kurang berhak. ini terbukti dari anak-anak yang sibuk bermain ponsel saat acara berlangsung.

sehingga melakukan buka bersama di tempat-tempat seperti ini kurang sesuai dengan target, jika memang ingin membantu yang kurang mampu.

akan lebih efektif jika mengadakan buka bersama di tempat-tempat yang tak terjangkau media. misalnya di pinggiran bogor, banten atau sukabumi atau kota lain.

beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman mengadakan buka bersama di sebuah rumah sakit kusta di tangerang. kenapa pilih ke sana, karena memang tempat itu belum terjangkau oleh orang-orang baik dan para brand. selain karena memang para penghuni rumah sakit tersebut memang layak dibantu.

para penderita kusta tersebut memang memperoleh perawatan gratis dari rumah sakit, namun untuk kebutuhan sehari-hari tak ada yang mensubsidi.

tentu saja, mengadakan buka bersama di tempat jauh dari jakarta risikonya lebih besar, selain ongkos transport juga tak akan ada media yang datang meliput, jika memang tujuannya untuk beriklan secara terselubung.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*