adjie silarus rilis buku ke-2: sadar penuh hadir utuh



adjies-ok1x

adjie silarus, nama itu sudah sangat populer dengan meditasi dan pengendalian diri. adjie juga sudah menulis dua buku tentang meditas:  sejenak hening dan buku keduanya: ‘sadar penuh hadir utuh

tentang buku keduanya ini, adjie memberikan bocoran via email dengan menjawab beberapa pertanyaan.

sudah akan menerbitkan buku keduanya, tentang apa?

“buku kedua yang berjudul ‘sadar penuh hadir utuh‘ tentang pencarian jawaban atas kegelisahan saya yang tak berujung dari pertanyaan-pertanyaan yang bernada seperti ini :
– mengapa orang-orang yang kita anggap sudah memenuhi syarat untuk merasa bahagia, punya harta kekayaan yang begitu mewah, sudah terkenal dan punya kuasa untuk memberikan perintah serta banyak yang mencintai tak kenal lelah, tetap saja tak merasa bahagia bahkan ada yang nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri ?
– mengapa kita seringkali merasa sulit untuk melepaskan dan merelakan pergi?

– mengapa kita sekarang mudah marah dan lemah untuk menunggu dengan sabar?

– kita sudah tahu bahkan hafal pesan baik tentang mensyukuri hidup ini. tapi mengapa kita jarang menerima segala yang sudah ada dengan penuh rasa syukur? malah kita semakin hari semakin serakah tak tentu arah.

– mengapa kita lekas bosan? apakah kita hidup di era di mana saat ada sesuatu yang rusak maka kita lebih memilih untuk menggantinya daripada memperbaikinya? apakah ini yang menyebabkan semakin tingginya tingkat perceraian dalam pernikahan?

bayangkan seandainya jawaban-jawaban atas pertanyaan yang tak kunjung henti ini bisa diketahui secara jelas. pasti akan terjadi kehidupan yang lebih baik, dimulai dari dalam diri setiap orang. tak akan ada revolusi mental dalam skala yang besar tanpa kepedulian terhadap kesehatan mental, tanpa dimulai dari revolusi dalam diri setiap orang, dalam tingkatan setiap manusia.

dan saya menyadari pencarian atas jawaban-jawaban tersebut sebaiknya kita lakukan sepanjang hidup dengan sabar dan tekun.

saya menduga hidup butuh keseimbangan, seperti dalam filosofi yin-yang atau being-doing. (terlampir)
sekarang kita merasakan bersama bahwa kita lebih ahli di bagian yang, doing. tapi masih lemah di bagian yin, being. timpang, tak seimbang.

hidup tak hanya dipenuhi dengan perjalanan ke luar diri, tapi juga ke dalam diri.
hidup bukan hanya tentang mempertahankan dan menggenggam erat, tapi juga perlu mempersiapkan diri untuk melepaskan dan merelakan datang-pergi.

hidup tak hanya terus bergerak dalam riuh, tapi juga butuh diam dalam hening.
hidup tak melulu tentang tergesa untuk bertindak, tapi juga ada kalanya yang bisa kita lakukan hanya bersabar menunggu.

hidup akan menjadi melelahkan jika hanya diisi dengan terus berharap dan berusaha meraih, sehingga dibutuhkan penerimaan segala yang sudah ada dengan penuh rasa syukur.
hidup tak semata hanya bermimpi akan masa depan yang lebih baik, tapi juga merayakan apa adanya saat ini, di sini- kini.

buku ini adalah tulisan-tulisan sederhana yang bercerita pengalaman sehari-hari mengenai kita, manusia bersama sisi yin, being. untuk melatih sisi yin, being, melalui buku ini, saya memperkenalkan “mindfulness” sebagai bentuk kepedulian saya untuk kehidupan yang dipenuhi rasa bahagia, diselimuti sukacita.

siapa target pembaca buku “‘sadar penuh hadir utuh” ini?

jika usia yang menjadi batasan, maka siapa pun yang berusia 20-35 tahun adalah target untuk buku ini.
berbeda dengan buku pertama, berjudul ‘sejenak hening’, yang lebih terkesan remaja.
buku kedua ini lebih sesuai untuk mahasiswa tingkat menengah-akhir hingga profesional muda, terutama yang ingin merasa bahagia dalam berkarya dan cinta.

terlihat dari tema-tema yang dibahas dalam buku ini, yaitu fokus dari distraksi teknologi, mengubah kebiasaan, persepsi, cinta dan kebahagiaan. (terlampir)

adjies-ok1

kenapa mereka harus membaca buku itu ?

karena buku ini diharapkan dapat membantu kita dalam mewujudkan hidup yang seimbang, seimbang dalam berbagai macam aspek yang menjadi penyusun atau penyangga dari perjalanan kehidupan ini, seimbang antara yin-yang atau being-doing. apalagi sekarang kita lebih ahli di bagian yang, doing. tapi masih lemah di bagian yin, being. timpang, tak seimbang.

seperti dalam semua hal, ketidakseimbangan membuat rapuh, rentan, mudah runtuh, lekas hancur.
dengan kehadiran buku ini, semoga kita terbantu untuk menjadi manusia yang mampu memisahkan diri dari segala yang kita pikirkan dan rasakan,

sehingga dalam setiap sikap dan perilaku dimungkinkan untuk mengambil jarak antara ‘sang diri’ kita dengan sikap dan perilaku kita sendiri.

dengan mengambil jarak tersebut, kita menjadi menyadari pikiran dan perasaan. kesadaran inilah yang menjadi pondasi sikap dan perilaku baik kita setiap saat.

seringkali kita berbuat tidak baik karena kita sendiri tidak menyadari akan perbuatan tersebut.

seberapa urgent-nya para jakartans harus membaca buku itu?

seurgent kita setiap hari butuh mandi.
jika mandi untuk raga, maka buku ini ‘mandi’ untuk membersihkan pikiran.
jakarta adalah ibukota negara kita tercinta, ibukota ibu pertiwi, tanah air, indonesia.
layaknya ibukota, jakarta adalah kota besar nan padat dan riuh ramai.
jakarta dihiasi distorsi suara, kemilau cahaya dan kepungan terhadap indra lainnya yang kita punya membuat diri kita lelah.

ditambah dengan merebaknya gaung bahwa kita berada di era informasi, kita sebaiknya menyadari bahwa era informasi berarti era bertambahnya gangguan, begitulah kiranya kalimat yang menggambarkan situasi sekarang ini jika kita tak siap mengatakan bahwa era informasi berarti era penuh gangguan.

jakartans bergumul dengan situasi seperti itu setiap hari, iya, setiap hari. tak terkecuali pada akhir pekan.
tak bisa menyangkal bahwa kita sebagai jakartans adalah manusia, sehingga diri kita membutuhkan ketenangan. dan begitulah sifat alami kita sebagai manusia, yaitu kebahagiaan yang benar-benar kita rasa tercipta bukan di tengah keramaian, tapi di dalam keheningan.

kita, sebagai jakartans dan juga sebagai manusia yang hidup dan tinggal di kota mana pun, butuh membersihkan pikiran, pikiran kita butuh ‘mandi’, supaya tak terus-menerus terkotori oleh keramaian dan stimulus berlebihan yang tiada henti seolah malah menyerang secara garang masing-masing indra kita.
buku ini sebagai alat ‘mandi’ dapat menjadi salah satu cara yang membantu untuk membersihkan pikiran kita. semoga.

adjies-ok2

 

(daftar isu buku “sadar penuh hadir utuh”)

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*