dari pesta ke perayaan

kuburaniya, hidup hanyalah rangkaian dari satu pesta ke perayaan lainnya.

minggu, 8 februari 2015  hujan sejak pagi. tapi aku harus tetap pergi karena ada undangan menikah teman yang diadakan di gedung depnakertrans kalibata jakarta selatan.dan malam ini, harus ikut perayaan tahlilan dari seseorang yang meninggal tepat pukul 00:00 1 januari 2015.

setelah ba’da isyak, satu per satu tetanggap mulai berdatangan. mayoritas mereka memakai baju koko putih lengkap dengan kupluk-nya. beberapa orang memakai imamah atau udeng warna putih. beberapa memakai surban kotak-kotak hitam putih. karena banyaknya tamu, jalan depan rumah terpaksa ditutup.

mereka datang dengan salam, bersalaman dan mencari tempat duduk. sesaat acara baru saja dimulai, dibagik.an buku yassin satu per satu. ternyata buku itu buku bekas dan tidak seragam. buku-buku itu adalah sebagai bentuk peringatan kepada almarhum setelah meinggal selama 1000 hari.

di setiap halaman pertama, selalu ditampilkan foto almarhum(ah) dengan kalimat yang mengharukan: peringatan 1ooo hari almarhum, suami (isteri) dan ayah kami yang tercinta. seperti yang tertulis di nisan, di buku itu diterakan tempat tanggal lahir dan juga tempat tanggal meninggal.

beberapa dari mereka, meninggal dalam usia yang masih sangat muda, mereka lahir tahun 1983, meninggal 2011, ada yang lahir tahun 1965, meninggal tahun 2014, ada juga yang meinggal dalam usia yang masih sangat muda, 19 tahun. ada yang unik di buku yassin ini, di bawah foto almarhum tak ada satupun kata yang menunjukkan rasa sayangnya dari keluarga untuknya. “peringatan 1000 hari nama almarhum”.

setelah pembacaan surat yassin yang kebut-kebutan itu, acara dilanjutkan dengan doa. semua hadirin mendoakan almarhum agar masuk syurga, dan sang pendoa pun optimis, almarhum wafat dalam keadaan khusnul qatimah. amin.

pak ustadz pun memberikan nasehat-nasehatnya yang kemungkinan besar sudah diketahui para hadirin. dia mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian. dengan sering mendatangi takziah seperti tahlilan malam ini, maka kita akan lebih sering mengingat bahwa cepat atau lambat kita akan mati

klise memang, tapi kematian itu seperti teror yang menghantui,  kematian begitu misterius, apalagi tentang dunia alam sana, super misterius yang tak bisa dipecahkan kecuali kita mengalaminya sendiri nanti.di sana ngapain aja, apakah akan lebih menyenangkan, karena tidak harus berangkat kerja di pagi yang hujan, tak ada kejahatan, tak ada hengsi.

sampai berapa lama di sana,, apakah tidak akan membosankan, apakah akan ketemu dengan saudara, keluarga kita yang telah meninggal sebelumnya, atau tidak ada apa-apa? lalu selanjutnya apa?

suram dan serem tapi begitulah realitasnya

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*