pendekar tongkat emas, film paling ditunggu di 2014

pte

film ini sejak pembuatannya dikabarkan ke publik, langsung mencuri perhatian. karena si punya project adalah orang yang telah melahirkan karya fenomenal “ada apa dengan cinta” yang dianggap sebahai tonggak bangkitnya kembali perfilman indonesia, mira lesmana.

dalam benak banyak pecinta film indonesia, film terbaru mira ini tentu sangat menarik, apalagi syutingnya dilakukan di sumba, wilayah yang begitu elok namun belum banyak orang yang tahu kecantikan dan keindahan alam dan budayanya, terutama kain tenun ikat-nya yang eksotis dan filosofis.

Orang nusa tenggara sangat bangga dengan budayanya. para penenun di sana menolak disebut pengrajin. kain tenun ikat tidak sama dengan barang-barang kerajinan seperti asbak yang bisa dipesan dengan tenggat waktu tertentu. kain tenun ikat adalah hidup mereka, mereka menenun bukan untuk dijual namun untuk kebutuhan upacara adat atau dipakai sendiri.

pilihan lokasi syuting yang menjanjikan tentunya, apalagi dengan bintang-bintang kaliber internasional semacam christine hakim, slamet rahardjo. miles production rupanya ingin membuat sebuah magnum opus yang bisa membangkitkan perfilman indonesia untuk kedua kalinya. makanya ia mengajak aktor sekeren nicholas saputra, reza rahardian yang sampai sekarang masih terbukti kualitas aktingnya bagus.

pembuatan skenario pun dipercayakan kepada penulis fiksi terbaik yang dimiliki indonesia, seno gumira ajidarma, jujur prananto, mira lesmana dan ifa isfansyah,  bahkan untuk menciptakan adegan-adegan silat, ada nama xinxin, seorang koreografer yang menangani film-film jet li.

kurang apa lagi? untuk membuat film silat yang settingnya negeri antah berantah ini disediakan bajet yang besar, rp 25 miliar. (bandingkan dengan film-film hantu-hantu yang dibuat tanpa skrip, bisa bikin film berapa biji tuh).

nama mira lesmana adalah jaminan mutu, paling tidak untuk para pecinta film indonesia. maka sejak sebelum rilis ke bioskop, poster-poster pendekar tongkat emas sudah diperbincangkan di social media terutama twitter. dan para calon penonton pun juga sudah menunggu-nunggu lebih tak sabar dibanding nunggu gajian bulanan.

salah seorang penonton melingkari kalendernya dengan spidol merah, mengagendakan tanggal 18 desember di hapenya agar tak lupa untuk menonton film itu di bioskop pada hari pertama. calon pentonton itu menentukan dress code-nya sendiri: kain tenun ikat ntt. bukan hanya kemejanya yang dari kain tenun, namun juga dompet, tas dan ikat kepalanya. ia pun mengajak teman-temannya untuk memakai hal yang sama, tapi gagal karena tenun ikat ntt bukan produk pabrikan yanga bisa dibuat secara massal. sehingga kain tenun ikat agak susah dicari, dan harganya pun cukup mahal.

sampailah waktu menunjukkan pukul 19:15 di blok m square. di deretan kursi f10, aku duduk manis, lampu meremang lalu padam.

selama kira-kira dua jam,  tak ada kesempatan untuk melihat hape karena sinyalnya hilang. begitu keluar 21, berseliweran ciapan para tweeple yang memberikan komentar-komentar tentang eloknya film yang disutradarai ifa isfansyah ini. mayoritas memuji keindahan alam sumbawa, lainnya memuji keindahan kain-kain tenun ikatnya,

bahkan ada tweeple yang seperti meyakin-yakinkan kepada followernya bahwa pemandangan indah itu ada di indonesia. yang lain kagum dan shock ternyata hamparan padang itu kalau di zoom adalah batu-batu yang runcing.

semua tweeple yang memuji film ini memention akun @Pendekar TktEmas akiun resmi publicistnya

penonton yang suka mencari pesan moral, pasti terpuaskan dengan menonton pendekar tongkat emas ini. ungkapan-ungkapan yang disampaikan guru silat sangat berisi nasehat kehidupan yang tetap relevan sampai kapan pun juga.

 

 

Share Button
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*