masih perlukah membuat resolusi?

fireworks-243641_1280x

hari terakhir desember 2015. salah satu rutinitas personal yang biasa dilakukan oleh orang-orang kebanyakan adalah membuat resolusi. membuat daftar keinginan-keinginan yang ingin dicapai pada tahun depan, tentu target-targetnya lebih baik atau lebih tinggi dari tahun kemarin.

bagi kesedikitan (merujuk pada kata kebanyakan) orang, mereka tidak pernah membuat resolusi. hidup berjalan seperti kapas yang diterbangkan angin, menikmati setiap momen, memaknainya kemudian menafsirkannya sebagai petunjuk. di sini kata hati adalah kunci 🙂 tapi hidup akhirnya seperti tak punya arah, tidak fokus dan tidak ada progres. namun lebih banyak surprise-surprise kecil yang begitu membahagiakan.

itu hanyalah soal pilihan saja. toh akhirnya tujuannya sama, menemukan kebahagiaan. bedanya hanya di social media. pilihan pertama tampak sebagai pilihan yang cerdas, kekinian, meskipun mainstream tetap saja masih relevan, sangat “tweetable”, didukung dan disukai banyak orang tentu saja.

jadi berapa panjang daftar untuk resolusi tahun 2015? biasanya 5 besar resolusi tiap tahun itu adalah: menurunkan berat badan, ingin menabung, ingin mempunyai gaya hidup lebih baik: berhenti merokok, rajin fitness misalnya. yang lain ingin meningkatkan karirnya dan yang lagi trend adalah melakukan perjalanan

membuat resolusi adalah menyemangati diri. namun di tengah perjalanan kadang tidak konsisten. istiqomah atau konsisten ini adalah pr yang berat. perlu latihan dan keseriusan di atas rata-rata untuk bisa mewujudkan keinginan-keinginan yang sudah kita tetapkan.

apa tipsnya agar terus bisa konsisten?

 

 

Share Button
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*