bandar, novel ini enak dibaca dan perlu dikoleksi tapi jangan dipinjamkan

bandar-headersalah satu tanda sebuah buku (fiksi) yang bagus adalah bisa dibaca sekali duduk, tanpa jeda, tanpa menunda merampungkannya. dan itu ada pada novel zaky yamani yang judulnya bandar.

aku tahu novel ini dari teman sepernongkrongan malam. katanya novel terbitan gramedia itu layak dibaca karena mendapat awards tahun 2014 ini. begitu ia ingin aku membaca, dia langsung membelikannya saat itu juga.

dari luar, novel yang desain ilustrasi dan covernya  dibuat resatio ini tampak tidak meyakinkan. istilah klise jangan menghakimi sebuah buku dari sampulnya tepat sekali untuk “bandar.”

sampai membaca paragraf awal pun, novel ini belum memberikan ketertarikan, sebuah pemandangan perkampungan kumuh dan miskin di daerah bandung, namanya gang somad.

tapi pelan-pelan zaky mem-flashback cerita tokoh utamanya, parlan, ke masa anak-anak kakek-neneknya. masa-masa ketika para jagoan masih populer, juga kawin paksa yang suda sering sekali diceritakan pada hikayat-hikayat, legenda-legenda, film, sinetron, ketoprak maupun teater. namun zaky, penulisnya menyampaikannya secara menarik karena ia memahami benar background budaya bandung masa itu yang belum diketahui banyak orang.

zaky memakai plot yang super cepat, dalam buku setebal 300 halaman itu mampu menceritakan sejarah sebuah keluarga tiga generasi: dewi neneknya, lalu gofar ayahnya dan kemudian dirinya sendiri parlan. konflik yang dibangun zaky dimulai dari parlan yang sarjana hukum.

hidup di gang somad yang merupakan kampung narkoba membuat dirinya galau ketika ia memperoleh mandat untuk meneruskan bisnis narkoba keluarganya yang telah dibangun bertahun-tahun dengan penderitaan dan pembunuhan berdarah-darah.

seperti orang tua konvensional lainnya, parlan sebenarnya dilarang untuk kuliah. bisnis keluarga yang dibangun keluarganya sebenarnya bisa mencukupi kebutuhannya. namun ada “misi” lain selain memikirkan keluarganya sendiri.

ayahnya, yang dipanggil pak haji, meskipun belum pernah ke mekah, merasa punya tanggung jawab moral untuk menghidupi orang-orang di gang somad yang miskin dan rawan. pak haji menjadi penyelamat orang-orang yang tinggal di gang yang kumuh itu.

parlan galu, ingin keluar dari lingkungan lingkaran setan itu. novel ini sepertinya masih sedikit yang membaca. padahal “bandar” termasuk novel langka yang sangat baik untuk dibaca dan dikoleksi. jangan pernah meminjamkan buku bagi temanmu yang mampu beli.

Share Button
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*