tips hindari bully

© Copyright 2013 CorbisCorporationcerita florence sihombing yang memaki-maki kota jogja di path atau aksi dinda yang ngomel-ngomel karena tidak mau ngasih tempat duduk kepada ibu hamil di kereta,  membuat mereka menjadi `pesakitan’. ia diadili oleh massa sehingga ia harus minta maaf secara terbuka, menutup akun facebook dan twitternya.

memposting status di sosial media sangatlah berbeda dengan berbicara. di internet, apapun yang kita lakukan akan tercatat dan disimpan rapi jali oleh server aplikasi yang kita gunakan sampai kita mati.

di internet, semua orang telah terhubung. apa yang kita lakukan akan terketahui oleh siapa saja tanpa kecuali.

internet adalah tempat umum. memposting status di social media semacam facebook, twitter, path, linkedin atau instagram itu ibarat berbicara memakai toa di tengah-tengah kerumunan ribuan, bahkan jutaan orang. semua akan mendengar dan akan merespon ketika mereka merasa “terusik”.

ubah mindset bahwa internet bukanlah dunia maya, namun dunia yang benar-benar real, sangat nyata.

[selain itu juga harus memahami efek, impak dan konsekuensi yang bakal terjadi ketika kita mendownload aplikasi-aplikasi yang kebanyakan gratis itu.ada harga yang harus kita bayar ketika kita memakai aplikasi-aplikasi yang sebenarnya tidak gratis itu, yaitu  dengan  menyerahkan data-data personal yang kita miliki.selain itu dengan mengunduh sebuah aplikasi kita harus bersiap dengan konsekuensi lain. misalnya iklan yang bertebaran, email spam yang tak henti, stalker dan mungkin juga para hater. 🙂

untuk menghindari kasus bully seperti florence, beberapa cara yang perlu dilakukan sebelum posting:

  1. ketika sedang marah, bernafaslah dan carilah cara meluapkan kemarahan itu dengan kalimat dan style yang unik, tidak klise yang membuat orang merenung atau berpikir. tak usahlah peduli ketika pembaca tidak paham.
  2. postinglah rasa marah yang  dirasakan itu dengan keadaan yang berlawanan.  misalnya dengan mengatakan bahwa hari ini saya sangat bersemangat sekali atau saat ini saya sedang bahagia sekali. ini mungkin kebohongan yang bisa dimaklumi
  3. pergilah ke alamat-alamat web yang menyediakan postingan lucu atau mainkanlah game yang membuat kita lebih jengkel. ini penting untuk menguji seberapa besar pencapaianmu ketika sedang marah
  4. pilihlah icon cermin dan bercerminlah. perhatikan baik-baik detail wajah. perhatikan bagian-bagian mana saja yang mengalami perubahan. atau lakukan foto selfie ketika sedang marah
  5. memprotek akun, berteman dengan diri sendiri. dengan cara ini kita bebas memposting apa saja, kemungkinan besar akan aman. kecuali memang securty di aplikasi tesebut sangat buruk sehingga akun bisa dicrack orang iseng.
  6. menjauhkan gadget ketika sedang marah dan melampiaskan dalam bentuk yang lebih konvensional: diary. tapi ini pilihan terakhir yang berat, karena kalau tidak online keeksisan anda akan berkurang. parahnya jika memilih cara ini, berarti anda kurang 2.0 banget alias gaptek

ada yang mau menambahkan? silakan 🙂

Share Button
5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*