perjalanan selalu memberikan pengalaman baru

sekolah-anugerahperjalanan meski dengan tujuan yang sama, selalu memberikan pengalaman yang berbeda. seperti perjalanan pulang lebaran 2014 kemarin, tentu berbeda dengan pengalaman tahun lalu. meski peristiwanya sama, waktunya yang tak pernah sama. hari ini, 5 agustus 2014 bukanlah 5 agustus tahun depan atau tahun lalu. waktu tak pernah berulang.

kepulangan tahun ini memberikan “pencerahan” yang lebih banyak. pulkam kali ini dipertemukan langsung dengan founder sekolah anugerah, sekolah gratis untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

janjian bertemu dengan ibu eko ini direncanakan oleh temannya yang temanku juga pasa sabtu, 2 agustus 2014. sayang karena terkendala teknis (hape jadul, ga bisa di sms dan di telpon) pertemuan nyaris gagal. baru ketika jam-jam terakhir sms terkirim dan disepakatilah tempat pertemuan, di warung hik depan embarkasi haji colomadu karang anyar.

kepenasaran saya tak tertahankan mendengar apa yang telah dilakukannya selama ini: mengumpulkan anak-anak dari keluarga miskin yang berkebutuhan khusus ( difabel) ada yang tidak bisa berjalan dengan kakinya, ada yang tidak bisa mendengar dengan telinganya, ada yang tidak bisa melihat dengan matanya, ada yang tidak peka dengan perasaanya, ada yang tidak bisa mengendalikan dirinya, ada yang tidak bisa diam dan ada anak-anak unik yang perlu penanganan khusus.

sayang sekali, beberapa anak yang berkebutuhan khusus itu, beberapa kurang diperhatikan oleh orang tuanya. penyebabnya disamping karena memang tidak mampu membiayai sekolahnya, juga karena mereka dianggap hanya menjadi beban keluarga.

bu eko, sambil minum es teh manis (karena warungnya tidak menyediakan menu seperti biasanya, para chef-nya pulang kampung) menceritakan suka-nya mengurus para siswa sekolah anugerah yang kini berjumlah 33 anak itu. beberapa dari mereka menginap di tempat tinggal bu eko yang sekaligus menjadi sekolahan.

sala satunya sebut saja ryan gosling. anak lambat banget berpikirnya tapi makannya super banyak. (porsi makannya lebih dari ukuran makan banyak orang biasa, karena dia tidak bisa mengontrol dirinya apakah sudah kenyang atau belum sehingga semua makanan yang ada dihadapannya dilahap sampai habis). gosling lebih nyaman tinggal di tempat bu eko dibanding di rumahnya, karena orang tuanya tidak menyukainya.

hal ini tampak pada bulan puasa kemarin. meski sudah menjelang hari lebaran, gosling tidak dijemput. dan dia cuek, tidak ingin pulang sebenarnya. namun agar dia bisa merayakan momen bersama keluarga, diantarnyalah gosling ke rumah.

apa yang terjadi? sungguh miris dan tidak layak diceritakan di sini. penasaran? intinya kenyataan yang dialaminya melampaui fiksi.

satu lagi, sebut saja namanya leminho. anak laki-laki ini tidak bisa berjalan, karena kakinya tidak bisa ditekuk. sehingga ia selalu dalam posisi duduk dengan kaki selonjor lurus ke depan.

waktu pertama kali datang di sekolah itu, dia belum tahu bagaimana cara berjalan dengan kaki seperti itu. namun bu eko tidak kurang akal. dia mengajari “berjalan” dengan mengangkat kedua kakinya dan dua tangannya menahan. selama seminggu berlatih, akhirnya dia sekarang sudah bisa ke toilet mengurus keperluannya sendiri.

ada banyak cerita unik lain yang “ngapain dilakukan karena tidak dapat uang”. belum lagi respon orang tuan yang kurang menyemangati. namun bu eko tak pernah surut membantu mereka. karena ia yakin, dibalik semua keunikannya itu, mereka adalah anak-anak yang sangat istimewa. karena itu ia seperti telah menyerahkan seluruh hidupnya buat anak-anak yang memang berhak mendapat bantuan itu.

sampai sekarang, ia masih suka berkeliling ke daerah solo dan sekitarnya untuk mencari anak-anak dari keluarga miskin berkebutuhan khusus yang terlantar, tidak sekolah. jika ia menemukannya ia akan mencari tahu siapa orang tuanya dan menyarankan agar anak tersebut disekolahkan. rata-rata para orang tua mereka menjawab, “lha terus sangune pripun?”

sebenarnya ada keinginan untuk menyekolahkan anaknya yang berkebutuhan khusus, namun karena tak ada biaya, maka niat itu terh simpan diam. setelah menerima penjelasan, biasanya orang tua tersebut mengizinkan anaknya tinggal di sekolah anugerah.

mendengar cerita itu, kemudian muncul diam-diam muncul pertanyaan yang tak perlu jawaban.

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*