lampaui batas kemampuan, bisa!

Woman holding jack oí lantern over face

nama palsunya ryan gosling, coworker di jakarta selatan. pada sabtu pagi yang masih sepi, ruang-ruang kerja  tampak lebih luas. dinginnya terasa lebih menggigit kulit.

dari jauh ryan menuju meja, bertanya berbasa-basi dan akhirnya ngobrol sampai ke hal-hal personal. ini pertama kalinya setelah selama ini hanya saling menyapa ketika berpapasan saja.

awalnya dia “menginterogasi” hal-hal yang tak biasa, seperti umur berapa, agamanya dan sudah menikah atau belum. udara pagi yang masih fresh, membuat pertanyaan-pertanyaan itu terasa lucu.

aku menjawab panjang lebar untuk memuaskan hasrat kepenasarannya. dan tanpa ditanya, ia bercerita tentang dirinya, detail.

ryan yang berasal dari kebumen itu ternyata punya cerita yang melampaui fiksi. masa sekolahnya di sd, smp dan sma dilalui dengan kebandelan yang luar biasa. sangat sering membolos, bahkan suatu hari pernah diantar oleh ibunya sampai depan sekolah untuk memastikan dirinya tidak bolos. dia menyadari kebandelannya, alasannya ia mempunyai unyeng-unyeng tiga dikepalanya

ibunya seorang cleaning service di sebuah kampus. perempuan itu sangat sering berurusan dengan sekolahan tempat ryan belajar. puncaknya ryan pergi dari rumah, minggat, tak tak tahu tujuan dan tanpa uang.

berhentilah dia di sebuah pasar. seperti di sinetron yang klise, ketika lapar ia meminta timun kepada salah satu pedagang dengan janji ia mau bantu-bantu mengurus dagangannya. sejak itu jadilah ia kuli panggul. selain itu ia bekerja serabutan lainnya, mengantar koran hanya diberi upah makan, berjualan apa saja dan menjadi tukang parkir.

selama setahun di pasar mengubah pemikirannya. ia kemudian mendaftar sekolah paket c. karena kesibukannya di pasar tak jarang ia bolos sekolah. sampai akhirnya dia mempunyai ijazah sekolah paket dengan cara “menembak”.

suatu hari, di kampus tempat ibunya bekerja mengadakan sebuah workshop komputer. ibunya menyuruh ryan untuk ikut acara itu setelah ibunya minta keringanan dari pihak kampus. tanpa di duga, pihak kampus mengijinkan lalu menawarinya untuk kuliah saja.

ryan menangis di hadapan ibunya dan berjanji untuk belajar sungguh-sungguh. menjadi mahasiswa it dengan background sma paket c dan jarang masuk dan dengan ijazah “menembak” ia harus berhadapan dengan mata kuliah yang tak pernah ia kenal sebelumnya. ia tergagap-gagap. namun ia tak menyerah, ia belajar di kampus sampai larut malam. tak jarang ia sering pulang jam 2 pagi. bahkan kadang-kadang ia menginap di lab komputer kampus.

paginya, ia membantu ibunya menjadi cleaning service yang mengepel seluruh ruangan kampus.

“ngapain lo ngepel,” tanya teman-temannya.

“bantuin emak, biar cepat selesai, jawabnya.

semua anak kampus mengetahuinya.

ryan memang cerdas, dalam semester empat ia telah dipercaya mengurus lab komputer, menjadi asisten dosen dan diajak mengerjakan proyek-proyek yang berubungan dengan it. ia mulai berkarir di dunia it sampai sekarang. usianya sekarang baru dua enam.

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*