pak jonan, perbanyaklah gerbong krl

kereta
semua orang pasti mengalami ‘hal pertama”. pertama kali “menembak”, pertama kali bekerja, pertama kali diunfollow, pertama kali menjadi buzzer, pertama kali dibully dan pertama kali- pertama kali lainnya. beragam  perasaan berkecamuk, sepertinya saling berebut ingin cepat-cepat merasakan pengalaman pertama.

begitu juga naik kereta rel listrik (krl) atau commuter line (ada yang menyebut dengan coli) jabodetabek.  jumat, 9 mei 2014 adala waktu pertama kalinya saya menjadi anker (anak kereta) atau ada juga yang menyebut cl naik dari stasiun sudirman dengan tujuan ponci (pondok cina) .

cukup tercengang juga melihat kondisi stasiun di tengah kota metropolitan yang cukup bersih dan rapi. sayangnya, lahannya kurang luas saja untuk menampung para pekerja jakarta yang berasal dari depok.

namun rupanya pemerintah masih menganggap transportasi massal semacam kereta ini tidak penting. atau memang menganggap penting namun oga-ogahan membenahi atau malas bekerja. atau mereka lebih mengutamakan pekerjaan-pekerjaan yang menguntungkan dirinya sendiri? atau jangan-jangan memang tidak tahu karena para pejabat itu tidak atau belum pernah naik krl. atau jangan-jangan mereka senang melihat rakyatnya menderita?  (terlalu banyak spekulasi di dalam otak ini)

kereta1
sayang sekali, kereta yang disediakan sedikit, sehingga saya bisa mengerti dengan adanya kabar yang selama terdengar menyeramkan. seperti tentang pelecehan seksual, copet, seringnya ada gangguan dan tentu saja kecelakaan, meski tidak sering.
karena berebut ingin mendapatkan kuris, para penumpang cl pun berdesakan, saling dorong ketika memasuki kereta. padahal sebenarnya tanpa dorong-dorongan pun sama-sama tidak mendapatkan tempat duduk.

bahkan malam itu para penumpang yang berdiri pun tak perlu pegangan agar tak terjatuh karena banyaknya penumpang. namun untuk lebih nyamannya ketika  naik kereta, harus menyiapkan lebih banyak kesabaran. karena di dalam kereta, berdesak-desakan dengan ratusan karakter yang berbeda-beda kalau tidak siap bisa stress.

bayangkan, dalam kondisi yang berdesakan itu, para penumpang menghibur dirinya dengan main gadget, entah chatting, main game, menonton tv, bertelepon, atau ada yang mengantuk sambil berdiri, sehingga ketika mau ambruk, mau tidak mau pegangan sama penumpang yang ada di dekatnya.

kereta berhenti di setiap stasiun tak lebih dari 5 menit, jadi harus-siap-siap di depan pintu ketika sudah terdengar pengumuman bahwa stasiun yang dituju sudah dekat.

sekitar sejam kemudian, sampai juga di stasiun ponci, di sana disediakan 6 colokan gratis.  menarik, hanya satu saran untuk pak jonan, perbanyaklah gerbong.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*