admin socmed mestinya seorang decision maker

© Copyright 2013 CorbisCorporation

banyak yang menganggap pekerjaan sebagai admin di sebuah social media itu gampang dan remeh. bukan saja dari pihak luar yang belum memahami tentang social media, namun juga oleh para pelaku atau pekerja di bidang yang cukup baru ini. kadang, seorang admin sebuah socmed tidak cukup percaya diri dengan profesi yang dijalaninya.

ini tampak dari jawaban beberapa orang yang ketika di tanya apa pekerjaanmu, yang kemudian yang ditanya menjawab dengan cuman admin pak. selain karena memang saat ini, seorang admin adalah jabatan level terendah di sebuah agency atau perusahaan.

banyak agency atau pemilik brand yang menghire para fresh graduate untuk menghandle akun-akun social media yang mereka punyai. tentu saja alasan utamanya adalah karena honornya yang murah. padahal sebenarnya pekerjaan sebagai admin sebuah company atau brand itu sangat penting. kenapa? karena dialah yang menjadi corong paling depan sebuah brand. dia harus mampu menghandle semua permasalahan yang berhubungan dengan produk atau company-nya.

seharusnya seorang socmed admin adalah seorang decision maker. sehingga ketika ada permasalahan dia bisa meng”cut” birokrasi yang ada dan kalau perlu melanggar “sop” yang telah ditetapkan kalau memang keadaan mengharuskan begitu. sehingga dia bisa mentreat user atau pelanggan  dengan baik.

sayang para decision maker biasanya terlalu sibuk untuk melakukan ini, dan yang lebih parah adalah kadang-kadang mereka belum atau tidak terbiasa dengan karakter digital yang terus-menerus  24 jam itu harus stand by, yang harus merespon saat itu juga ketika memang ada hal penting, karena era 2,0 tidak bisa menunggu. (selain itu antar divisi harus sudah saling terintegrasi.)

karena itu mau tidak mau, para first jobber yang mengambil alih pekerjaan penting itu. celakanya mereka hanya bisa atau diberi wewenang untuk melakukan hal-hal yang sesuai sop (standar operating system) yang memang standar. padahal kata nassim taleb, hal-hal yang tidak kita ketahui jauh lebih relevan daripada apa yang kita tahu.

dengan begitu  bisa jadi komplain pelanggan tidak bisa diselesaikan saat itu juga. beberapa customer service di twitter masih meminta pelanggannya untuk menunggu 3×24 jam dan celakanya setelahnya tidak ada kabar sama sekali.

seorang admin socmed harusnya selain menguasai “product knowledge” yang di admini, juga harus punya skill menulis yang bagus. karena membuat kalimat efektif dan efisien itu perlu jam terbang. selain kemampuan menulis, dia harus juga tahu bagaimana berkomunikasi yang baik, agar terjadi engagement dan wom. dan yang lebih penting adalah mempunyai mindset 2,0, digital live dan tentu saja memahami karakter setiap tools social media yang dikelola. lainnya: harus memahami tren apapun, update banget, sehingga contentnya tidak garing.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*