mereka menganggapku sebagai `tuhan`nya

jembatan1

beberapa orang datang menemui Tuhan hanya ketika sedang sedih atau ketika butuh saja. tiba-tiba saja kita (kita?) merasa lebih dekat ketika berada dalam ketidaknyamanan atau merasa tak ada lagi tempat bergantung. entah karena persepsi atau keyakinan kita sendiri mereka biasanya merasakan perasaanya  lebih tenang, optimis dan semangat lagi.

dan minggu ini, aku merasa seperti tuhan,  beberapa orang mendatangiku. namun tidak dengan hanya berdoa di mana saja dan kapan saja. mereka datang kepadaku melalui instant messanger, direct message, sms dan ada juga yang sengaja mendatangi ke tempat tinggalku.

dari mereka ada beberapa teman dekat dan teman jauh (emang ada istilah ini?).  ada teman masa bocah, ketika masih sama-sama tinggal di kampung dulu, ada teman dekat yang ketemu di suatu tempat ada teman yang agak jauh ketika kenalan di suatu waktu.

mereka seperti dikomando, serempak mempunyai niat yang sama:  minta pertolongan.  karena aku bukan tuhan, aku hanya menyimpan pertolongan yang terbatas. aku seperti diteror.

salah satunya adalah seorang pebisnis cukup sukses yang tinggal di luar jawa.  mungkin sudah setahunan kami tidak pernah komunikasi lagi. pagi itu tiba-tiba dia mengirimkan sms, minta ditransfer sejumlah uang. dia melakukan pengakuan dosa sebelum menyampaikan maksudnya, ia minta maaf karena baru menghubungi ketika membutuhkan pertolongan.

dan seperti kita pahami bersama, maaf tak berarti apa-apa selain sebuah dalih untuk mengulangi kesalahan lagi. aku bertanya, kenapa dia lebih memilihku sebagai sebagai orang yang dianggap bisa membantu? dia tidak menjelaskan, malah menceritakan teman-temanya yang gagal diyakinkannya bahwa dirinya layak memperoleh bantuan.

yang kedua,  sebut saja namanya hobbit. tiba-tiba saja laki-laki yang bekerja di sebuah penerbitan ini juga datang via direct message di twitter. sudah lama juga kami tidak saling menyapa. senang sekali rasanya disapa oleh teman akrab yang nyaris terlupakan karena kesibukan keseharian yang 24 jam. namun di akhir pembicaraan dia minta tolong, untuk keperluan yang sama. namun kali ini dia berjanji ingin mengembalikannya dua minggu lagi.

masih ada dua orang lagi. namun aku tak akan menceritakan di sini, untuk menghindari judge “menyebarkan keburukan teman-temannya sendiri” 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*