Orang-orang (yang cenderung) tak bermoral di kerumunan

a417546fa204f0f31000090154f21c79_sampah1

Beramai-ramai kita berani, sendiri kita tak punya nyali. Masih tak percaya dengan ungkapan itu, baiklah saya akan berikan banyak bukti. Maksud saya begini, ketika orang-orang berkerumun atau berada dalam satu tempat secara bersamaan, ada kecenderungan mereka merasa makin berani. Terutama berani melanggar peraturan.

Kelakuan buruk ini tak ada hubungannya dengan tingkat sosial, pendidikan, suku agama dan keeksisan seseorang. Ada yang bilang mereka bukan bodoh, namun tak bermoral saja.

Beberapa contoh yang menunjukkan itu adalah ketika menyeberang jalan. Di Jakarta, meski telah disediakan jembatan penyeberangan, masih saja ada yang menyeberang beramai-ramai di bawah jembatan. Sering juga tampak orang-orang yang melanggar lampu merah ketika menyebarang. Namun mereka merasa tak melakukan pelanggaran ketika dilakukan beramai-ramai.

Contoh kedua adalah kasus sampah di resepsi perkawinan atiqah dan rio dewanto. Beredar di social media dan media konvensional (juga) foto yang menunjukkan betapa mereka, orang-orang yang sedang merayakan pesta pernikahan itu telah melanggar peraturan, mereka seperti orang-orang tak bermoral.

Peristiwa yang sama juga terjadi ketika ada lomba marathon dalam rangka 17 an, merayakan kemerdekaan Indonesia ke-68. Setelah acara lari selesai, tampak di mana-mana sampah berserakan. Siapa, dari kelompok mana para peserta lari sabtu pagi tersebut? Bukankah mereka adalah kelas menengah (ngehek) yang pintar?

87bd4da21ee562574e856c08721448cd_sampah2

Yang paling ironi mungkin yang terjadi pada tiap hari jumat siang. Ya, di basement, di tanah lapang dan di tempat lain yang dianggap masjid pada hari jumat siang saja. Di barisan paling belakang, tempat orang-orang yang tak kebagian tempat namun nekat itu mereka menggelar Koran-korang yang dibawanya dari kantor. Namun apa yang terjadi setelah shalat jumat usai, mereka langsung kabur, tidak bertanggung jawab terhadap masalahnya sendiri.

Orang-orang (cenderung) tak bermoral ketika sedang berada di kerumunan? Seorang teman, sebut saja namanya rubicon menganalisa, orang-orang tersebut tidak punya pemahaman mengenai apa dan bagaimana itu ruang publik. Dan yang jelas, hal itu menunjukkan bahwa pendidikan dan agama telah gagal mengajarkan kita (kita?) untuk menjadi orang yang lebih baik.

Bagaimana?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*