masa depan brand ada di komunitas

9a6d6722b33a8e085ecdf1d25c4e63d8_obsat-tsunami

obrolan langsat atau @obsat pada senin 18 february 2013 membahas tema tsunami digital. bertempat di jalan langsat kebayoran baru acara yang dihandle oleh yuswohady atau yang biasa disapa mas siwo ini sangat menarik.

hadir pada event ini adalah para tokoh media, petty s fatimah @petz09 dari majalah femina, @kemalgani dari majalah swa, abangwinissimo (mantan) dari yahoo, dan mas kris dari jawa pos. satu-satunya pemateri yang bukan dari media adalah @handoko_h. penulis buku brand gardener ini mewakili sebuah agency.

bagaimana nasib media (cetak) dengan adanya dtsunami digital ini? akankah mereka akan segera tergantikan? bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang cepat dan tak terduga ini? masing-masing pemateri share pengalamannya dalam mengelola media cetaknya masing-masing.

petty s fatimah, perempuan yang mempunyai dua jabatan sekaligus di majalah femina yakni editor inchief dan chief community officer menceritakan, saat ini income di majalah femina 30 persen berasal dari non iklan, yakni dari komunitas. apalagi brand sekarang menyukai beriklan via event-event yang dilakukan di komunitas-komunitas.

komunitas pembaca majalah femina, setelah dilakukan riset ada 9 macam. tidak semua bisa di monetize, namun mereka bisa berkontribusi dengan menuliskan artikel di majalah. perempuan yang mempunyai akun @petz09 ini tidak menyetujui dikotomi antara digital dan cetak. karena keduanya saling melengkapi.

lain lagi cerita dari kemal gani dari majalah swa. sudah sejak lama swa kuat di riset. hasil riset inilah yang dijadikan kekuatan di era digital ini. selain itu majalah swa juga sering mengadakan seminar-seminar offline. dari situlah majalah swasembada itu bisa eksis. menurut kemalgani aksi penutupan majalah cetak newsweek yang dilakukan beberapa minggu lalu itu belum tentu keputusan yang benar. waktu yang akan membuktikannya.

yang menarik dari pak kris moerwanto @krismoerwanto dari jawa pos. laki-laki gendut itu menyodorkan fakta yang cukup menarik. dia menyebutkan bahwa pembaca jawa bos kebanyakan adalah para pemuda. dan isi dari koran jawa pos nyaris 80 persen adala cerita dari para pembacanya. jadi mereka membuat berita untuk komunitasnya. berita is so yesterday, kata pak kris yang gendut itu.

masih ada cerita menarik dari abang edwin dan mas handoko h, tapi aku sudah ngantuk.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*