paradox perceptions

1843bf6d86d366b65a4bb27b1c0f557f_paradox2

kelas pertama akademi berbagi setelah ultah keduanya kemarin diadakan di coffee cabin jl gunawarman jakarta selatan. topiknya membuat kening berkerut: paradox perception dengan nara sumber farhan delta fm.

farhan menjelaskan apa itu paradox perception  dalam materi presentasinya yang minimalis dengan mengutip  jacques derrida  tentang deconstruction :
deconstructions attempt to give opposing interpretations of the same text
by rhetoric arguments, to reach opposite conclusions

ribet banget. intinya fenomena paradox perception ini merupakan bagian dari dialoh antar sector dengan sudut pandang yang berbeda. dari saitu kita bisa memanfaatkan perbedaan pandangan itu untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

lalu farhan yang datang satu jam sebelum kelas dimulai itu menceritakan pengalamannya ketika melanglang di negeri para suhada afganistan.  negeri yang terkenal islami di dunia ini farhan menemukan hal-hal yang paradox selama perjalanannya.

pada suatu hari jumat, farhan yang muslim bersiap diri untuk pergi ke masjid untuk jumatan. dari tempatnya menginap, ia berjalan kaki. di tengah-tengah perjalanan ia menemukan kerumunan di sebuah taman. begitu mendekat orang-orang itu sedang asyik berjudi sabung ayam.

di indonesia, banyak kejadian-kejadian paradok yang sungguh menarik. misalnya rokok. di satu sisi, banyak orang menolak atau mengkampanyekan anti rokok. peraturan sudah dibuat dan disyahkan.

farhan menyebutkan seorang tokoh pertelevisian bersuara serak macam shincan pun bisa menolak peringatan satpam ketika dilarang merokok di tempat yang ber-ac. namun si tokoh tetap melanggar peraturan dan tidak dikenakan sanksi apa-apa.

penolakan kampanye anti rokok terjadi di wilayah yang ada pabrik rokoknya semacam kudus dan lainnya; di kota itu, rokok adalah hidup mereka, sehingga tak mungkin di pisahkan. di salah satu kota penghasil rokok, bahka didirikan prasasti yang isinya daftar siapa saja musuh mereka. yakin orang-orang yang mengkampanyekan anti rokok.

lalu fenomena suwandi, korban lumpur lapindo yang berjalan kaki dari jatim ke jakarta.

““selama 16 hari di jakarta tidak ada satu pun pemerintah yang menemui saya. saya berubah pikiran yang intinya kami sangat menyesali tindakan kami yang melakukan aksi jalan kaki dari porong-jakarta untuk meminta pemerintah menyelesaikan ganti rugi lumpur sidoarjo,” suwandi di tvone, rabu (26/7). http://video.tvonenews.tv

suwandi mengaku hanya dipengaruhi sekelompok orang untuk berangkat ke jakarta. dia menyebut orang-orang itu tidak bertanggung jawab dan hanya menjadikannya sebagai tameng

dari fenomena sosial tersebut, kita bisa mencoba belajar mencari dan menentukan langkah apa yang terbaik ketika ada fenomena seperti tersebut. lalu apakah peristiwa-peristiwa tersebut bisa di desain?

Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*