kidung sufi, album religi dari seorang sufi

bertempat di pphui kuningan jaksel, 17 juli lalu album kidung sufi samudera cinta di rilis. album pertama candra malik ini melibatkan 13 maestro. mulai dari idris sardi, sudjiwo tejo, addie MS, gitaris dewa budjana, tohpati dan john paul ivan, trie utami, hendri lamiri, cak nun dan gus mus. sebelumnya album yang menyebarkan semangat cinta kepada sesama ini pernah soft launch di newsium jakarta pusat.

tepat pukul delapan, acara mulai. candra malik yang suka dipanggil gus candra mengawali pagelarannya itu dengan (kalau ga salah)syahadat cinta. ia menyanyi

mengenakan sarung dan jubah dengan penutup kepala yang unik. namun pada lagu berikutnya, ia mengganti kostumnya dengan jaket dan celana jeans yang robek bagian lututnya.

selanjutnya para maestro muncul satu-satu menemani gus candra. anji drive duet dengan candra malik menyanyikan fatwa rindu. addie MS, gitaris dewa budjana yang malam itu tampak lebih cool, tohpati dan john paul ivan dan yang paling berkesan pastinya idris sardi. pertama kalinya melihat langsung dia menggesek biola. dahsyat!

lirik-lirik dalam lagu-lagu kidung sufi ini cukup sederhana namun sangat menyentuh dan dalam. sehingga kita bisa merasakan “getaran” aneh ketika mendengarnya. misalnya “engkau tidaklah sendiri/ alam raya menemani. angkau takkan sepi/Akulah kawan di kala sunyi” dalam jiwa-jiwa yang tenang.

selain itu candra malik juga seperti mengingatkan kita dalam shiratal mustaqiem, siapakah aku sesungguhnya , untuk apa aku di dunia, bagaimana aku hidup tanpa tahu akan ke mana? tentu untuk mengetahui jawabannya, perlu waktu seluruh hidup unruk mencarinya. serem ya?

meski ini album religi, tak ada unsur padang pasir atau ke arab-araban di sini. dalam salah satu lagu, candra malik diiringi juga oleh dua orang whirling dancer. namun keduanya tidak tampak terbang.

pada kesempatan itu candra malik mengakui, dirinya memang bukan seorang musisi atau penyanyi. sebelumnya ia pernah menjadi wartawan di jawa pos dan (entah sekarang sudah berhenti atau belum). beruntung saya pernah bertemu dan ngobrol beberapa kali dengannya. ia juga pernah datang ke acara diskusi @kopdarbudaya yang temanya “lari ke sufi”.

aku sangat tertarik dengan bahasan itu, karena belum pernah mendengarnya. unik dan sangat “no box” (lebih dari out of the box) . apa yang diceritakannya seperti hanya terjadi dalam fiksi. bahkan kadang tidak masuk akal. ada banyak contoh tapi kalian pasti tidak akan percaya kalau aku ceritakan 🙂

kurang lebih dua jam, pentas itu selesai. namun para undangan tidak segera pulang, malah kembali menikmati jajanan pasar yang disediakan panitia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*