travelling sekaligus sharing

terakhir kapan kalian blogwalking? saya malam ini mencoba mengulang ritual populer sepuluh tahun lalu. ya, mengunjungi dari satu blog ke blog lain dan meninggalkan sepucuk komentar di sana. asyik, membaca blog lebih inspiratif dari pada membaca portal berita.

dari beberapa alamat blog yang saya klik, nyaris separuhnya menulis mengenai traveling. blognya @tuteh @ilhamhimawan @memethmeong dan @venustweets yang juga sedang merencanakan perjalanan.

tentunya masih banyak lagi rang-orang yang meyukai travelling baik yang menuliskan di blognya atau tidak. kedepan trend ini kayaknya akan terus diikuti lebih banyak orang. apalagi informasi tentang travelling melalui majalah dan buku-buku yang menawarkan traveling dengan biaya murah bejibun.

saya suka travelling, utamanya ke laut, gunung atau alam lainnya. kalau ke kota-kota besar suka juga melihat kemajuan-kemajuan peradaban yang dialaminya. namun bajet saja yang membatasi semua itu. ada solusi tiket murah memang namun saya orangnya agak tidak optimis, apakah tiket keberangkatan yang enam atau dua belas bulan ke depan saya masih baik-baik saja.

saya lebih memilih traveling yang ketika ada uang tinggal berangkat. celakanya, saya tidak mau backpaperan yang kesannya irit banget. emoh, berwisata itu ya mestinya bersenang-senang tidak harus hemat kecuali memang terpaksa banget. apalagi kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di tempat tujuan. 🙂

biasanya daya tarik seseorang mengunjungi suatu tempat adalah alam dan budayanya yang indah atau makanannya yang eksotik dan enak-enak. sebagai pengunjung kita mengambil semua keindahan itu dan menjadikan kenangan sampai nanti.

khusus yang travelling ke wilayah indonesia, alangkah eloknya untuk mengenal lebih personal masyarakat yang baru saja dikunjungi, para wisatawan tersebut mau menyediakan diri untuk sharing sesuatu yang bermanfaat untuk orang-orang di tempat yang akan di tinggalkan.

sharing bisa berupa ilmu-ilmu yang disesuaikan dengan apa yang diperlukan di suatu kota yang tentu saja berbeda setiap wilayah. bekerja sama dengan warga masyarakat setempat dan dengan komunikasi yang seperti sekarang ini, ide ini bukan tidak mungkin untuk diwujudkan.

misalnya saja bekerja sama dengan @akademiberbagi yang telah ada di 32 kota di indonesia. andai ide ini bisa diwujudkan, alangkah indahnya, wisatawan bisa lebih mengenal masyarakat lokal secara personal dan warga lokal memperoleh ilmu yang mungkin tidak bisa didapatkan dari orang yang ada di wilayahnya.

ide ini masuk akal kan? kira-kira apa sebutannya untuk model traveling seperti itu? edu travelling atau….saya belum menemukan istilah yang pas

*foto diambil dari http://blaineharrington.photoshelter.com/gallery-image/Burma-Myanmar-Inle-Lake-Shan-State/G0000BmXgH9N8Sl0/I00009KmW3Qi7qNo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*