akademiberbagi ingin menjadikan berbagi sebagai lifestyle

beruntung sekali menjadi salah satu relawan di @akademiberbagi. banyak manfaat yang saya peroleh selama hampir dua tahun mengikuti kegiatan akber. selain memperoleh pengetahuan dan teman baru di akber saya merasa punya peran, seperti sekrup dalam sebuah mesin besar.

selama 3 hari (30 maret s/d 1 april ) akademi berbagi mengajak pengelolanya dari 30 kota berkumpul di cico resort bogor. di tempat itu para pengelola diberi pembekalan agar mereka sebagai pemimpin lebih memahami perannya.

beberapa guru sharing pengetahuan yang berhubungan dengan apa yang harus dikuasai oleh seorang pemimpin. sehingga diharapkan setelah pulang dari acara yang dinamai #lld local leader day ini mereka bisa lebih percaya diri, semangat dan mandiri mengembangkan apa yang sudah dilakukannya selama ini.

bentuk kegiatan akademi berbagi adalah kelas-kelas pendek, dimana guru, pengelola dan pesertanya semua gratis. meskipun gratis, kelas-kelas yang diadakan akademi berbagi sungguh berkualitas, karena gurunya adalah para praktisi yang telah sukses di bidangnya masing-masing. misalnya robi muhamad, praburevolusi, ita sembiring, mrs hananto, budiono darsono, subiakto, glen marsalim, ventura elisawati, enda dan ratusan guru lainnya.

selama #lld pengelola akber yang datang dari penjuru kota memperleh pembekalan tentang bagaimana membangun dan memanaj komunitas, membuat narasi, memanfaatkan tools social media, public speaking sampai dengan bagaimana menjadi social entrepreneur.

guru-guru yang mau dengan suka rela share di acara tersebut adalah: @donnybu@salsabeela@bangwinissimo@aidilakbar@shafiqpontoh@lucywiryono@ndorokakung&@savicali

sesi paling menarik tentu saja sesi pembagian oleh-oleh. bayangkan setiap kota membawa oleh-oleh dari kotanya masing-masing. hasilnya munumpuk ada keripik apel, jamur, pisang, tempe sampa mijen. mpek-mpek, loenpia, amplang, brem, sambel bu rudi kue mochi, bika ambon dan lainnya. tentu juga sederet cerita

setiap pengelola akademi berbagi mempunyai tantangan yang berbeda dengan kota lain. misalnya ende atau ambon dan gorontalo yang infrastruktur komunikasinya belum sebagus jakarta. sehingga ada cerita, akber ende melakukan publikasi dengan menempel jadwal kelas di kafe atau di mading.karena twitter belum populer, di kota-kota tertentu pendaftaran kelas akber dilakukan via sms.

sungguh mengharukan melihat apa yang telah dilakukan oleh para relawan. mereka dengan kesadaran ingin berusaha melakukan perubahan. mereka yakin masih banyak orang baik di negeri ini. semakin banyak orang yang berbagi, semakin besar harapan untuk menjadi lebih baik. dan para relawan akademi berbagi telah memulainya.

mudah-mudahan ke depan akademi berbagi semakin menginspirasi lebih banyak orang. sehingga berbagi menjadi sebuah lifestyle.

f*foto: Danny Tumbelaka @dannytumbelaka

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*