telat, ‘budaya asli’ indonesia?

di setiap pertemuan, baik bersifat personal atau pertemuan bersama telat sudah menjadi kebiasaan yang dimaklumi. celakanya, orang yang datang telat atau yang menunggu seperti sama-sama abai. menganggap kejadian itu normal dan tak mempermasalahkan. selalu ada alasan permaluman. untuk kota jakarta yang mudah dijadikan kambing hitam adalah macet atau hujan.

pada dasarnya tidak seperti itu. masih banyak orang yang ingin semuanya tepat waktu. namun karena ada anggapan buat apa datang tepat waktu kalau acaranya telat, menjadikan orang tersebut ikut-ikutan datang telat. dan ternyata benar, acara pertemuan dimulai lewat dari waktu yang dijanjikan.

sebenarnya gampang mengatasi agar tidak telat, yang penting niat. semacet apapun jakarta, tetap saja kita bisa memperkirakan berapa waktu terlama jarak tempuh tempat yang akan kita tuju. telat lima atau sepuluh menit masih bisa dimaklumi, meski dalam buku panduan menghadapi wawancara idealnya harus datang 30 menit sebelum waktunya.

seorang teman yang sekarang sudah almarhum selalu datang tepat waktu. nyaris dia tidak pernah telat, karena ia mempersiapkan dengan serius. termasuk ketika pertemuan itu diadakan di rumahnya. satu jam sebelumnya dia sudah rapi dan duduk manis di ruang tamu. katanya lebih baik mati daripada ingkar janji.

teman lain di twitter tak kalah militannya. dia selalu menekankan pentingnya untuk datang tepat waktu. kenapa, karena dia memakai jam tangan. menurutnya, ia malu andai datang telat, karena ia telah menyia-nyaiakan otaknya juga jam tangannya.

aku sendiri sebisa mungkin juga ingin selalu datang tepat waktu. karena bisa tepat waktu itu menyenangkan. sehingga jauh-jauh jam saya sudah mempersiapkan diri. dan biasanya membuat kesepakatan bersama. jika telat maksimal 30 menit belum sampai di tempat yang dijanjikan, berarti pertemuan otomatis batal. karena menunggu itu hal yang paling tidak menyenangkan. bahkan menunggu gajian akhir bulan.

efek menunggu bisa menyebabkan mood bubar bahkan langsung sakit kepala. pernah suatu ketika janji ketemu di sebuah tempat. begitu pesanan minum datang, ada alert yang mengabarkan dia batal. kalau begitu apa yang bisa dilakukan? marah? hanya akan lebih memperparah.

tapi kenapa mereka bisa tepat waktu ketika mengejar jadwal penerbangan? 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*