problema mention

42-23119918

kebebasan di twitter memang nyaris tanpa batas. di garis waktu semua orang bisa menyampaikan informasi, pendapat maupun curhat. garis waktu (timeline)bergerak sangat cepat dengan beragam info yang random.

memang tidak ada peraturan pasti bagaimana cara yang “benar” berkomuniasi di aplikasi yang menyediakan space 140 karakter itu. semua masih meraba-raba bagaimana berkomunikasi di twitter yang “nyaman”. hal pertama yang harus dilakukan adalah memahami karakter mediumnya.

karena tidak ada aturan atau tidak adanya kesepakatan penggunanya, ada beberapa hal yang sampai sekarang diperdebatkan, salah satunya adalah mention . soal yang sederhana dan mudah dilakukan, namun efeknya bisa menjadi aib seumur hidup. meski orang yang memension tak pernah dengan sadar bermaksud buruk.

kebanyakan tweeps, sebutan pengguna twitter dengan ikhlas memension nama-nama temannya begitu ketemu di suatu tempat pada acara tertentu. dan mungkin ini efek kenarsisan yang lebih dari biasa saja. dan itulah keunikan penguna twitter di indonesia, dengan suka rela mengabarkan seluruh kegiatan personalnya di social media. padahal informasi itu belum tentu berguna bagi orang lain.

apalagi bagi yang dimension. bisa saja orang yang dimension tidak suka keberadaanya diketahui orang lain. dan seribu satu alasan untuk “bersembunyi”. sehingga memension seseorang bisa dikategorikan melanggar privasi seseorang. entah apakah sudah ada pertauran atau undang-undang yang membahas hal ini.

bahasan tentang mension ini muncul ketika makan siang. pada kesempatan itu bahasan melebar sampai pada apa itu perbedaan twit pamer dan twit informatif. kesimpulan sepihak menyebutkan, twit dikategorikan pamer adalah ketika seseorang (tweeple) menjadikan dirinya sebagai subjek. contohnya “aku sedang apa dimana sama siapa…. sementara twit informatif adalah twit yang menjadikan objek sebagai subjeknya. contohnya, wow apa ini keren banget, bisa dipakai buat terbang harganya sekian ribu loh”.

tak ada yang salah memang. dan memang tak/belum ada standar kebakuan bagaimana cara ngetwit yang benar. dan memang selayaknya mungkin lebih baik tidak ada. tapi kondisi yang tanpa ada kesepakatan2 itu pasti akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi yang lain.

sekelompok teman menganggap twitter adalah media paling keren, powerful sehingga bisa dipakai untuk personal branding, sehingga ia sangat jaim dan ekstra hati-hati ketika ngetwit jangan sampai citra buruk melekat pada dirinya. kelompok teman lain twitter tak lebih dari mainan lucu-lucuan. buat ngobrol internal sesama teman dekat.

memang, jika merasa terganggu tinggal unfollow, masalahnya tidak sesederhana itu. karena meskipun kita sudah unfollow kita tak bisa menghindari retweetan orang lain. meng er te bisa jadi ada yang menganggapnya spam. yang lain baik-baik saja. begitu juga sebuah kicauan bisa dianggap sampah atau malah hiburan menyegarkan yang gratis.

jadi bagaimana pendapat kalian jika dimension di twitter?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*