“?”, tanda tanya besar, kenapa kita susah menerima perbedaan

untuk pertama kalinya, film yang belum ada judulnya namun sudah beredar di bioskop. Film ? (tanda tanya) yang sedang beredar hanya di bioskop-bioskop tertententu ini meminta semua penontonnya untuk memberi judul yang tepat film yang mengusung tema pluralisme ini.

pluralism di sini artinya bukan memaknai semua agama sama, namun saling menghormati semua agama masing-masing tanpa harus merasa ada terpinggirkan karena minoritas.

hanung bramantyo, sutradaranya memakai strategi marketing yg cerdik dengan menyerahkan judul filmnya ini kepada semua penonton. judul dari penonton yang pas, akan memperoleh uang tunai 100 juta. minat, silakan cari infonya.

[kml_flashembed movie=”http://www.youtube.com/v/L1rBl4KJc4U” width=”425″ height=”350″ wmode=”transparent” /]

film “?” (tanda Tanya) sebenarnya temanya sangat biasa, namun dalam eksekusinya sangat keren. pluralisme digambarkan dalam permasalahan keluarga yang cukup sederhana. dibumbui kisah cinta, dan kelucuan surya, film ini terasa sangat enak untuk dinikmati.

tan kat sun (hengky sulaeman) yang china dan beribadah ke kelenteng mengelola restoran. di restoran itu selain menyediakan menu babi, juga menyediakan menu halal. hanung dengan indah menggambarkan kemajemukan ini dengan simbol alat-alat masak semacam pisau dan alat untuk menggoreng. juga para pekerja dan majikannya.

menuk (revaline s temat) yang berjilbab mantan pacarnya hendra, anaknya tan kat sun bekerja sebagai karyawannya. konflik makin meruncing ketika menuk lebih memilih soleh dengan alasan rajin sholat. kecemburuan soleh terhadap hendra berakhir sangat tragis.

isu yang beredar di luaran film “?” adalah film tentang banser nu.memang di dalam film yang berdurasi sekitar dua jam ini, hanung menampilkan adegan banser nu, profesi mulia yang dicita-cita soleh sejak lama. hanung rupanya sengaja setelah membuat sang pencerah yang muhammadiyah banget kini menggarap tentang nu.

namun hal itu tak begitu penting. yang jelas film “?” sangat bagus mencerahkan, mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus hidup dengan berbagai macam perbedaan. perbedaan itu alami, sayang sekali kenapa masih banyak orang yang begitu terancam dengan adanya perbedaan ini?

jangan lupa siapkan tisu ketika nonton film ini, cukup mengharukan.

Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*