di twitter tiap orang punya motif & kepentingan

diskusi hangat, intim tanpa registrasi dan durasi @kopdarbudaya bulan ini dimajukan seminggu. karen minggu ketiga tanggal merah. pada diskusi @kopdarbudayavolume 3 ini @okkymadasari dan @kramput akan membongkar hegemoni di social media, khususnya di twitter.

peserta diskusi kali ini meningkat 100 psersen di banding bulan lalu. mundur setengah jam dari jadwal, @okkymadasari yang telah merilis dua novel: entrok dan 86 ini memulai “orasinya”. oh ya orasi di @kopdarbudaya ada yang menyebut ngecap budaya.

menurut okky twitter itu membentuk fakta-faktanya sendiri yang kemudian dianggap kebenaran. ia lalu menyebut beberapa contoh. fakta di twitter sri mulyani itu baik, benar dan tak korupsi. benny israel tahu banyak bocoran, goenawan muhamad bijak, santun bisa jadi panutan.

kenapa bisa muncul fakta-fakta seperti itu, menurut okky yang malam itu bersemangat, hal itu disebabkan oleh kelompok elit di twitter yang “menggiring opini di time line (garis waktu). celakanya kelompok elit ini sekarang sudah menjadi pijakan dalam pemberitaan sebuah media.

siapa kelompok elit di twitter itu? ada dua macam. pertama adalah mereka yang memang sudah dikenal di dunia nyata sejak lama. kepercayaan masyarakat dibangun oleh riwayat dan pencapaian-pencapaian nyata. yang kedua adalah orang-orang yang memang lahir dan dikenal publik di social media. (seleb twit, influencer).

okky yang malam itu feat dengan @kramput juga mencontohkan nama-nama akun twitter para elit itu. diskusi yang nyaris tanpa dimoderatori itu juga mengungkap fakta-fakta dibalik hiruk-pikuk yang terjadi di garis waktu. bisa dikatakan pada beberapa kasus, garis waktu itu seperti film. dan di diskusi malam itu dari salah satu peserta terungkap behind the scene-nya.

masih menurut okky yang dosen komunikasi ini, setiap orang di twitter punya motif dan kepentingan. apalagi yang masuk di kelompok elit. kita harus tahu siapakah si xyz selain sebagai sosok yang kita kenal? apa preferensi politiknya, apa bisnisnya, bagaimana dengan orang-orang yang berada dalam lingkarannya dan seterusnya.

untuk itu semestinya kita harus selalu kritis: menggunakan otak dan hati kita sendiri, skeptis tak gampang percaya, tak sekedar ikut arus suara mayoritas. faktanya yang terlihat mayoritas di twitter tak benar-benar mayoritas, berani melawan arus dan menjadi diri sendiri. begitulah pendapat okky yang tertera di paper 4 halaman yang dibagikan sebelum diskusi dimulai.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*