spt: sudah bayar disuruh lapor lagi!

hari ini kamis 31 maret 2011 merupakan hari terakhir penyerahan spt (surat pemberitahuan) bagi wajib pajak. dan sampai menit terakhir saya masih agak enggan menyerahkan spt itu. dudah dua kali kantor berbaik hati mengadakan pelatihan untuk pengisian spt ini. hanya saja saya cukup bolot mengurus angka-angka.

keengganan menyerahkan spt tahunan itu bukan saja ribetnya mengisi spt yang tiga lembar itu namun juga ditambah dengan system yang tak kalah ribet. saya sebagai wajib pajak kan sudah membayar pajak penghasilan saya yang dibayarin oleh kantor. kenapa saya harus lapor lagi?

tahun ini menuju tahunn kedua (atau ketiga) saya tidak menyerahkan spt. aku pikir aku sudah menjadi warga negara yang baik. karena sudah membayar semua kewajiban pajak yang harus saya bayarkan. mestinya ditjen pajaklah yang membuat system yang lebih terintegrasi sehingga para pembayar pajak tidak direportkan.

betapa kita selama ini telah menjadi warga negara yang begitu baiknya. sudah rajin membayar tapi ribetnya gila-gilaan. entah kenapa yang berhubungan dengan pemerintah itu selalu ribet. tak adakah orang pintar di negeri ini yang bisa mencipta system yang lebih memudahkan?

ditjen pajak menempatkan dirinya sebagai penguasa terhadap pembayar pajak. sehingga melihat pembayar pajak sebagai kawula yang membayar upeti kepada raja, bukan konsumen atau klien sebuah brand.

kalau memang ditjen pajak keren, para pembayar pajak yang sudah tertib melaksanakan kewajibannya itu tak perlu melaporkan diri. tetapi ditjen pajaklah yang memverify dan mengucapkan terimakasih dengan mengirimkan ?tanda terima? lunas.
tapi di sini malah disuruh lapor lagi, logika apa ini?

saya terus terkagum-kagum dengan para pembayar pajak yang dengan tertib berbondong-bondong menuju drop box- drop box yang disebar di sudut-sudut mal. mereka tak pernah riwil seperti saya mempertanyakan akan dikemana dan apain jutaan amplop yang telah terkumpul itu?

oh ya bagi yang tahun lalu sudah /belum mengirimkan spt, apa yang terjadi setelahnya?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*