buku untuk semua

dulu banget, sebelum ada twitter, aku pernah melakukan eksperimen. program ini tak bernama karena saya juga bingung mendefinisikannya. intinya sederhana, meminjamkan buku berantai. karena buku masih termasuk mahal, alangkah baiknya jika buku-buku yang teronggok di rak itu juga bisa dibaca orang lain.

aku meminjamkannya kepada siapa saja yang mau, orang yang tidak mampu membeli atau karena alasan lain. sehingga mereka bisa membaca tanpa mengeluarkan uang. namun dengan satu syarat: setelah selesai membaca, si peminjam pertama tersebut harus meminjamkannya lagi ke orang yang berbeda.

seterusnya sampai buku tersebut beredar dari satu tangan ke tangan yang lain, tidak mampir terlalu lama di rak. dengan begitu semakin banyak orang membaca, semakin banyak orang yang inspiratif. orang inspiratif biasanya selalu fun.

saya suka membaca buku fiksi. membaca buku fiksi itu layaknya menonton film. jadi buku fiksi tak perlu dikoleksi,karena tak akan ada waktu untuk membacanya dua kali. kecuali memang yang benar-benar bagus. novel ronggeng dukuh paruk dan cerpen-cerpennya ucu agustin,as laksana yang aku baca berulang kali.

menurut kawan takusahsebut, ide ini agak kurang waras. katanya, perilaku itu seperti menggaramai laut. tidak juga, setidaknya aku membuktikan pameo yang sering terdengar: hanya orang bodoh yang meminjamkan buku dan lebih bodoh yang mau mengembalikan. makanya daripada meminjamkan saja, lebih keren jika sekalian menghibahkan saja.

kira-kira hasilnya seperti gimana? ya benar. program diam-diam itu gagal. atau pantauanku yang tak akurat. program personal ini tak ada gaungnya sama sekali. karena memang tak ada promosi. akhirnya aku capek sendiri.

aku pikir, program ini masih cukup relevan untuk saat ini. apalagi dengan dukungan social media, ide ini akan cepat menyebar. semakin banyak orang tahu, akan semakin banyak yang mendukung.

seperti program-program yang bermunculan setelah adanya twitter. beberapa diantaranta adalah @akademiberbagi, @jktberkebun, @obsat, @idcerita @coinachance dan masih banyak lagi. makin banyak kegiatan berbagi, makin banyak orang akan punya akses informasi.

tapi entah kapan program “mustahil” itu akan dimulai lagi 🙁

Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*