komuter jakarta terancam mem(ter)bunuh

67590macet1

ancaman komuter jakarta makin menggila. selain kemacetan parah, pencopet, perilaku pengendara tak tertib, pelecehan seksual juga orang stress yang sanggup membunuh. seperti yang terjadi pada senin (17/11), karena merasa terhalang jalannya, seorang pengendara menembaki bus trans jakarta.

dulu saya berharap makin hari jalanan makin baik. kenyataannya sebaliknya. selama di jakarta, saya selalu membuat ktp bukan karena masa berlakunya habis. namun karena hilang, kecopetan. pernah sekali kena palak di daerah pamulang. kebetulan saya bawa seamplop duit buat beli bahan bangunan.

efeknya, saya mengenali para pencoleng dari ekspresi wajahnya, penampakan luarnya. karena itu saya selalu berprasangka buruk kepada para orang-orang dewasa yang mempunyai kriteria orang jahat versi otak saya. faktanya dugaan saya itu jarang meleset. dan saya tetap setiap memakai angkot/bus untuk bepergian.

selain copet, ancaman lain khusus perempuan di bus atau angkot adalah pelecehan seksual. beberapa kali media online, televisi maupun koran memberitakan kasus tersebut. ini disebabkan kondisi dalam bus yang berhimpitan memungkinannya. meskipun peran otak mesum yang lebih dominan.

banyak yang menyarankan agar memakai motor saja (tau aja isi dompet saya). memang motor bisa menembus kemacetan karena bisa meliuk-liuk di sela-sela mobil-mobil yang antri di lampu merah. namun ancaman yang tak kalah mengerikan adalah ulah para pengemudi angkutan. selain asapnya yang hitam, juga ulahnya yang berhenti mendadak di sembarang tempat.

sayang sekali tak ada trotoar yang lebar. andai saja ada saya pasti ke tempat kerja jalan kaki. bahkan di sepanjang jalan warung buncit, tak ada trotoar sama sekali. kalaupun ada sisa tempat di pinggir jalan pasti dipakai pedagang kaki lima jualan makanan. jakarta bukan tempat yang nyaman untuk pejalan kaki.

dan ketika hari hujan, semua kecarutmarutan itu lengkap sudah. jalanan jakarta menjadi tempat parkir. apalagi jika hujannya tepat jam pulang kerja. kemacetan itu selain disebabkan oleh banyaknya jumlah pengendara, juga adanya genangan-genangan air hujan.

melihat kenyataan itu, jakarta seperti monster yang terus menteror. namun kita tetap bisa menyiasatinya. toh apapun keadaanya, sampai sekarang juga belum bisa beranjak dari kota kerak telor ini. saya yakin mayoritas orang di jakarta berencana meninggalkan kota ini suatu saat nanti. ya suatu saat nanti, entah kapan.

foto diambil dari http://beeglay.multiply.com/journal/item/3893/Gw_Setubuh_Sama_Fauzi_Bowo..?&item_id=3893&view:replies=threaded

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*