titi atmojo: menjadi single parent itu tak membanggakan

titi-atmojo

the real feminist itu adalah para single parent. tanpa berkoar-koar, dengan sadar mereka melakukan semua hal yang tak hanya setara laki-laki. namun sekaligus merangkap peran sebagai ayah. penyebab single parent biasanya perceraian, meninggal, jarak suami yang jauh atau memang tak pernah bersuami.

para single parent unmerried inilah yang paling besar tantangannya. ibarat jatuh tertimpa tangga, dan tak seorang pun mendengar teriakannya. selain menghadapi sanksi sosial, problem financial, seorang single parent juga dianggap ancaman bagi para isteri. faktanya, penyebab perceraian kebanyakan memang orang ketiga.

mayoritas single parent sangat merasa bersalah. tak hanya kepada diri sendiri namun juga kepada keluarga dan lingkungan. yang terutama kepada anak. mereka merasa hidupnya gagal. menjadi single parent itu berat.

di indonesia, single parent “tak tersentuh”. lembaga pemerintah, partai maupun organisasi lain tak ada yang peduli. ini kontras dengan apa yang terjadi di luar negeri. memang undang-undang mewajibkan mantan suami membiayai anaknya. namun faktanya para mantan isteri itu harus mengemis-ngemis, bosan lalu melupakan.

begitulah paparan tuti atmojo, founder indosingle parent. melihat kehidupan single parent dengan kondisi khusus tersebut, ia berinisiatip membentuk komunitas. 14 november 2007 dengan temannya, perempuan asal wonogiri itu melaunching milis indosingleparent@yahoogroup.com.

siapapun boleh menjadi member. syaratnya mereka concern terhadap kehidupan single parent dan anak-anaknya. boleh saja masih single ataupun keluarga utuh. namun ia mewanti-wanti untuk tak memakaim ilis ini untuk promo atau jualan. moderasinya sangat strict, tuti memelototinya 20 jam seharinya.

perempuan mantan editor majalah ini sebenarnya juga belum tahu, konsep program seperti apa untuk mereka. namun ia nekad. intinya ia bermaksud membantu para single parent itu agar bisa tegar dan kembali menjalani hidup “normal”. ia memutuskan untuk learning by doing.

sambutan cukup antusias. sampai sekarang milis itu telah mempunyai 500 an member. mereka berasal dari bermacam latar belakang. baik mereka yang menjadi korban perceraian karena orang ketiga maupun si pelaku orang ketiga tersebut.

di situlah perempuan yang suka nge-gym ini mengajak melupakan masa dulu dan menyadari, tugas mereka sekarang adalah menjadi orang tua yang bertanggung jawab, smart dan clean. karena stigma masyarakat terlalu kejam untuk mereka.

seperti ceritanya malam itu di citos, banyak dari mereka yang menyembunyikan status single parent. baik di tempat kerja, di lingkungan rumahnya, bahkan di keluarganya. di milis yang ia moderatori itu, ia siap membantu mereka yang masih berada dalam fase kriris.

sebagai single parent ia tak pernah memanas-manasi para perempuan untuk bercerai. menurutnya keluarga yang sempurna itu adalah keluarga yang utuh. setiap anak tetap memerlukan figur ayah. ini ia alami sendiri. suatu pagi, anaknya menangis ketika melihat tetangganya yang cowok berangkat kerja.

ia tidak bangga meski sukses menjadi single parent. namun sebagai perempuan yang sampai sekarang bisa mandiri dan eksis ia cukup bangga. keinginan menikah itu tetap ada. namun tidak buru-buru. ia tak ingin jatuh pada lubang yang sama. namun kebanyakan single parent yang telah mandiri, biasanya enggan menikah lagi.

kepada para ayah dari anak-anak yang ikut ibunya, ia berharap untuk tetap menjadi ayah yang bertanggung jawab. perceraian itu hanya masalah selembar kertas. sehingga kasus seorang anak usia 4 tahun yang merobek-robek semua foto ayahnya tak terulang.

ia juga melakukan kegiatan offline. secara berkala ia mengadakan gathering. salah satu kegiatan mereka mengadakan family group discussion. ada juga sesi meditasi dan reiki. anak-anak juga dilibatkan dalam kegiatan ini, misalnya terapi untuk memulihkan trauma yang mereka hadapi.

sekarang ia sedang mempersiapkan program bagaimana mencari side income untuk member milisnya. namun langkah pertama yang ingin dilakukan adalah membenahi mindset dulu. misalnya bagaimana mereka harus bijak dalam membelanjakan uangnya. hujan di luar rintiknya mulai memelan. ia pamit pulang ke kemang, rumah yang ia tinggali bersama ibu dan anaknya semata wayang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*