kartu-kartu yang bisa menyingkap masa depan

nasib ada di tangan kanan kita. alam akan merespon apa yang kita lakukan dan kelak nasib akan mewujud. di sebuah gedung di lantai 4, senin 2 februari ini masa depanku terpaparkan. agak cukup jelas, detail dan persisi.

memang sampai sekarang kita baru bisa bergerak dari kiri ke kanan, belum bisa melompat dari kemarin ke besok. namun ada sedikit orang yang berkemampuan mengintip masa depan seseorang. banyak media yang dipakai. dari analisa ilmiah, kartu tarot, telapak tangan maupun aura wajah.

petang itu, tepat berkumandang adzan magrib, aku menghadap seorang perempuan dengan dada terbuka, sangat rendah. namanya madam “h”. kulitnya putih semulus pualam. kuku-kuku dan bibirnya sewarna gaunnya yang merah menyala. masa depanku kelak tergantung di ujung kartu yang berada di genggamannya.

setiap pertanyaan dijawabnya dengan tiga kartu yang kupilih secara acak. bukaan pertama, kartu bergambar sebuah pasangan. menurutnya aku akan segera mendapatkan pasangan. bisa partner bercinta maupun partner dalam urusan pekerjaan.

namun aku akan mengalami kekecewaan hebat. madam asal pati jateng itu memperlihatkan dewi yang membawa gelas-gelas, namun semua kosong. bahkan ada beberapa yang jatuh dan pecah berantakan. benarkah masa depan itu akan separah itu?

penderitaan itu akan berakhir. kelak aku akan mengalami kebahagiaan. hal itu ditunjukkan dengan gambar surga yang penuh bunga-bunga. diam-diam semekar itulah rasa yang muncul dihatiku. hanya sebentar, madam yang berambut ikal sebahu itu memperlihatkan angka 3. artinya untuk sampai ke sana perlu waktu 3 bulan atau 3 tahun. aku tak berharap kebahagiaan itu akan datang 3 abad kemudian.

untuk mencapainya, aku harus melewati usaha keras. jawaban yang sangat normatif. aku menanyakan lebih detail, seberapa berat aku akan melewati cobaan itu? ia malah menyodorkan kartu yang ia ambil dari tumpukan sebelah kirinya. ia menanyai gambar apa yang aku lihat.

jelas, yang tertera itu adalah gambar mahkota. rupanya jawabanku salah. ia menyebutkan gambar yang berada di sebaliknya. “berat atau ringan itu tergantung darimana kita melihatnya, jawabnya pelan.

tanpa kuduga, dia tahu aku tak merokok. ia memprediksi kesehatanku akan baik baik saja. faktanya, setua ini memang aku belum pernah merasakan empuknya kasur kamar rumah sakit semalaman. namun ada sedikit gangguan di saluran pencernaan, katanya. hal sama yang pernah aku dengar dari analisa dokter, shinshe dan tukang pijat refleksi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*