under the tree

beruntung senin kemarin film garin terbaru ini masih tayang. bergegaslah aku ke citos lantai 2. tampang cupuku membuat isma, tukang tiketnya menyakinkankuku tak salah memilih.

“under the tree, film indonesia ya mas” katanya.

tepat pukul 19:40 aku memasuki teather 4. masih kosong, tak ada siapa-siapa di sana. sampai lampu di matikan, hanya 6 pasangan, aku seorang dan perempuan seorang yang masuk. kira-kira 15 menit film diputar, pasangan di seberang kursi d8ku pergi.

film-film garin emang selalu beda. semua orang memujinya. kalau ada yang mencela, orang akan beranggapan, dia tak mengerti film bagus. atau berselera rendah.

pada film under the tree ini, garin menceritakan orang-orang yang menderita OCD (obsessive compulsive disorder). misalnya dwi sasono di sepanjang film berperan sebagai laki-laki yang selalu bersih-bersih. mengepel lantai, mencici motor dan membersihkan tempat tidur. meskipun sebenarnya sudah bersih.

sementara ikranegara berperan sebagai seniman yang selalu memungut bunga-bunga kamboja yang berserak di sepanjang jalan-jalan di perkampungan bali. dia pergi dari satu tempat ke tempat lain.

rupanya ada gadis muda yang jatuh cinta kepadanya. nadia shapira mengikutinya kemanapun dia pergi. tak kalah uniknya, nadia yang gadis modern itu sibuk merekam suaranya sendiri dengan tape recorder.

sementara ayu laksmi menjadi perempuan yang mengandung bayi tanpa kerangka dan otak. ia selalu meratap dan memaki dengan tembang berbahasa bali. garin menarasikan tokoh-tokohnya dengan luar biasa unik. namun juga agak membosankan.

persis seperti keseharian kita. meski membosankan namun tak cukup bisa diakhiri. jangan-jangan kita memang menderita ocd?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*